Selasa, 07 Januari 2014

Hipnoterapi Klinis

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sebuah artikel mengenai Hipnetarapi Klinis yang mulai dikembangkan di Indonesia untuk menunjang penyembuhan dan pencegahan sebuah kanker.

Meski keberadaannya belum diakui lembaga medis di Indonesia, hypnosis mulai banyak diterapkan untuk mendukung berbagai tindakan medis. Hypnosis tidak menyembuhkan penyakit akibat tidak berfungsinya organ, tetapi membantu pasien merasa lebih nyaman, mengurangi rasa sakit, hingga mengubah pola hidup.

Hypnosis untuk mewujudkan maupun menjaga kesehatan seseorang disebut hipnoterapi klinis. Orang yang melakukan disebut hipnoterapis. Hipnoterapi berfungsi sebagai komplemen (pelengkap terapi) yang dilakukan dokter. Karena itu, pasien yang menjalani hipnoterapi wajib patuh pada semua anjuran dokter untuk mengobati penyakitnya.
Hipnoterapi klinis diklaim efektif mengobati berbagai penyakit psikosomatis yaitu penyakit yang gejalanya muncul pada bagian tubuh tertentu, tetapi sumber penyakitnya adalah kondisi mental emosional.
Salah satu contoh penyakit psikosomatis adalah seseorang yang merasa sakit jantung karena mengalami rasa nyeri di dada, namun dokter yang memeriksa secara detail tidak menemukan penyakit apa pun. Masyarakat awam menganggap pemicu penyakit psikosomatis adalah stress. Padahal, stress yang muncul merupakan manifestasi sakit yang terjadi pada pikiran atau mental.
Pikiran yang tak tenang, stress, tertekan diiringi berbagai emosi negative, seperti marah, kecewa, dendam, benci, rasa bersalah, malu, takut, sedih hingga terluka bisa menimbulkan sakit pada tubuh. Sebagai satu kesatuan, pikiran dan tubuh saling mempengaruhi. Emosi memengaruhi pikiran dan pikiran memengaruhi kondisi fisik.
Menurut Adi (Adi W. Gunawan, Presiden Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia), sebagian besar penyakit dipicu oleh factor psikogenik yaitu pikiran dan mental. Sisanya, dipicu kerusakan organ. Hal itu membuat pengelolaan pikiran dan mental emosional penting untuk menyembuhkan penyakit psikosomatis atau mengurangi keparahan penyakit akibat rusaknya organ.

Proses

Hypnosis dilakukan untuk menjangkau pikiran bawah sadar seseorang. Pikiran bawah sadar menentukan 95%-98% keputusan, tindakan, emosi, dan perilaku manusia. Di pikiran bawah sadar itulah emosi yang menjadi akar masalah dan memicu berbagai penyakit ditata ulang untuk menghasilkan sikap atau perilaku baru.
Untuk menjangkau pikiran bawah sadar, hipnoterapis akan membuat klien rileks dan pikiran sadarnya tidak mengganggu. Selama pikiran sadar tetap bekerja, mental emosional tidak bisa ditata karena selalu muncul penolakan.
Jika gelombang otak diamati, selama proses mengarahkan pikiran sadar menuju pikiran bawah sadar, gelombang otak klien akan berubah dari gelombang beta yang memiliki frekuensi tinggi menuju gelombang theta yang berfrekuensi rendah.
Selanjutnya, hipnoterapis akan membawa pikiran klien mundur ke masa lalu hingga jauh ke masa kanak-kanak atau saat masih di kandungan. Dalam pengaruh pikiran bawah sadarnya, klien diajak mencari akar persoalan mental emosional yang memicu persoalan fisik yang dirasakan saat ini.
Persoalan mental bisa berupa rasa bersalah yang dalam karena mengkhianati pasangan, dendam karena dicurangi teman, atau sugesti negative orang tua yang membuat seseorang fobia sesuatu.
Walau berada dalam pikiran bawah sadar, orang yang dihipnotis tidak akan kehilangan kesadaran. Ia tetap bisa menolak perintah hipnoterapis  yang dirasa mengancam keselamatan hidupnya, bertentangan dengan moral agama, dianggap sesuatu yang salah, atau dinilai tidak masuk akal.

Aplikasi

Hipnosis kini juga mulai banyak digunakan di bebrbagai bidang kedokteran, baik untuk mengurangi keparahan suatu penyakit fisik, mengurangi ketakutan atau rasa sakit di kedokteran gigi (hipnodontia), mengurangi rasa sakit saat persalinan (hypnobirthing), hingga meningkatkan kepuasan seksual.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi metabolic dan diabetes Rumah Sakit Santosa, Bandung, Adhiarta, mengatakan, hypnosis dapat digunakan untuk membantu pengidap diabetes mellitus tipe 2 atau akibat gaya hidup untuk mengontrol gula darah. Tujuannya membuat pengidap makan teratur sesuai anjuran ahli nutrisi dan berolahraga teratur.
Hypnosis juga bisa diaplikasikan pada penderita kanker. Tindakan ini bukan untuk menyembuhkan kanker, tapi membantu penderita mengurangi rasa sakit ketika menjalani raioterapi atau kemoterapi sehingga tumbuh rasa nyaman yang bisa memperkuat system imunitas tubuh untuk melawan sel-sel kanker.


Sumber : Kompas, Selasa, 19 November 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar