Rabu, 29 Januari 2014

Apakah Sebaiknya Aku Mundur?

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat Malam Kawan :) (Aku nulis malam hari). Aku di sini mau menulis sebuah tulisan yang berisikan sebuah ungkapan yang selalu ku pendam sendiri. Mungkin itu bukanlah tindakan yang bijaksana. Tapi, aku akan mengungkapnya di sini.

Hari ini adalah hari di mana aku bisa melihat semua sisi yang ada pada diriku. Aku bukanlah orang yang sempurna. Pasti itu. Pukul 19.47 malam ini aku mulai berpikir lagi mengenai masalah yang mungkin sudah tidak asing, karena aku pernah uraikan di postinganku dulu. Aku selalu berpikir dan berpikir. Aku ini bukanlah tipe orang suka bicara kasar ataupun keras. Mungkin aku ini orang yang terlalu sabar. Aku bukanlah orang yang bisa dibilang tegas. Terus kenapa aku selalu menjadi ketua kelas? Itulah pertanyaan yang sampai saat ini belum bisa aku temukan jawabannya.

Aku selalu melihat di kelas lain itu selalu kompak. Sedangkan di kelasku tak pernah kompak. Apa aku memang kurang bisa membuat kelas kompak? Aku bingung cara membuat kelas menjadi kompak. Bagaimana bisa aku buat kelas kompak? Aku saja kadang jarang didengar kalau bicara. Pusing. Mengapa di kelas ini sulit untuk kompak? Aku bingung. Sungguh aku bingung. Kalau saja mereka mau mendengarkanku sedikit saja. Mungkin aku bisa membuat perubahan.

Aku bingung harus berbuat apa. Aku tak tahu mau bagaimana lagi. Coba bayangkan saja. Aku menjadi ketua kelas, tapi kadang aku bingung bagaimana cara mengendalikan kelas. Apakah sebaiknya aku mundur dari jabatan ini? Jika aku terus menjabat, aku tak tahu akan menjadi apa kelas ini. Memang bergini caraku memimpin. Aku bukanlah orang yang suka marah-marah. Buat apa aku marah jika tak ada yang mendengarkan? Terus buat apa aku teriak teriak di kelas jika mereka sibuk sendiri dengan kegiatan mereka dan tak mau menganggapku? Apa salah jika aku lebih banyak diam daripada aku bicara hanya dianggap angin lalu? Aku ini tipe orang yang suka dengan kekompakan. Aku ini bukanlah orang yang suka membuat masalah menjadi ruwet. Aku ini orang yang suka menghadapi masalah dengan santai tapi serius.

Ya itulah mungkin ungkapan yang ingin aku sampaikan. Jika ada dari salah satu anak yang menempati kelas sama denganku maka, aku minta maaf jika selama ini aku memimpin kelas tidak tegas dan bijak. Aku ini bukanlah orang yang cocok dalam bidang ini. Maaf....

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Rabu, 22 Januari 2014

Matematika Part 1

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Bagaimana kabarnya kawan semua? Semoga dalam keadaan sehat semua. Ammmiiinnnn....
Baiklah sekarang akan berbagai sebuah cara yang sangat simpel sekali untuk mempermudah para kawan semua untuk mengerjakan salah satu soal matematika. Mari kita baca bersama soalnya

Pada suatu hari Reza mempunyai 18 ekor ayam dan sapi. Setelah dihitung ada 50 kaki ayam dan sapi. Setelah 1 bulan ada beberapa ayam yang mati, sehingga jumlah ayam sama dengan jumlah sapi. Jumlah ayam dan sapi yang dimiliki Reza sekarang adalah...ekor.

Nah, di sini mari kita berlogika sedikit saja.
Bayangkan ada 18 ekor ayam dan sapi. Jadi, ayam + sapi = 18 ekor.
Mari kita bayangkan banyak kaki ayam dan sapi. Ayam memiliki kaki sebanyak 2 buah dan sapi sebanyak 4 buah. Jadi, kaki ayam + kaki sapi  = 50

Coba kita bayangkan jika semua adalah ayam. Maka, 18 x 2 = 36, dan sisa kaki adalah 50 - 36 = 14.
14 kaki sapi yang sudah dihitung hanya dua, dan dua kaki yang lainnya belum dihitung. Jadi sisanya 14 : 2 = 7 ekor sapi. Jadi banyak ayam adalah 18 - 7 = 11 ekor.

Yang ditanyakan pada soal di atas adalah berapa banyak jumlah ayam dan sapi jika jumlah masing-masing keduanya sama. Maka, kita cukup menjawab 7 x 2 = 14 ekor. Jadi, jumlah ayam dan sapi Reza sekarang adalah 14 ekor.

Coba kita buktikan dengan cara biasa, yaitu dengan membuat persamaan 2 variabel.
Ayam + Sapi = 18, maka dapat ditulis dengan persamaan A + S = 18
Ayam memiliki 2 kaki dan sapi memiliki 4 kaki. Jumlah keduanya adalah 50, maka dapat ditulis dengan persamaan 2A + 4S = 50

Cara:
(A + S = 18) x 2
(2A + 4S = 50) x 1

2A + 2S = 36
2A + 4S = 50
................... -
0A + (-2S) = -14
-2S = 14
S = -14 : (-2)
S = 7, maka sapi = 7 ekor

Kita substitusikan ke salah satu persamaan
A + S = 18
A + 7 = 18
A = 18 - 7
A = 11, maka ayam = 11 ekor.

karena kita hanya mencari jumlah ayam dan sapi sekarang, maka cukup dihitung dengan 2 x 7 = 14 ekor. (jumlah sapi dan ayam sama)

Itulah sedikit dari saya, semoga bermanfaat bagi kawan semua. Jika ada waktu luang saya akan memberikan sebuah penyelesaian matematika dengan cara yang simpel. Jangan takut dengan matematika. Matematika itu hanya sekumpulan angka yang dimainkan kok. :)
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya. Dan selamat bertemu kembali di lain kesempatan :)

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Sabtu, 18 Januari 2014

Sebuah Akhir dari Petualanganku di Tempat Ini

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Tak terasa kurang lebih 3 bulan lagi aku akan menghabiskan masa-masa pendidikanku di tempat ini. Sebuah hal yang paling sulit untuk dihindari. Tapi, aku harus melewatinya. Sudah banyak kenangan di tempat ini yang membuatku sulit untuk melupakannya. Di sinilah tempat aku merasakan segala rasa pahit dan manis yang silih berganti. Tapi, aku akan mengakhiri salah satu sebuah episode petualanganku di sini dengan rasa manis yang akan aku kenang selama hidupku. Aku ingin berbagi beberapa cerita yang sangat berkesan selama aku berpetualang di tempat ini. Tempat di mana aku bisa bertemu dengan makhluk-makhluk yang mungkin harus banyak aku teliti (memang spesies baru -_-). Hahaha... sudahlah jangan dibahas kata-kata anehku tadi. Sekarang aku akan mulai bercerita. Selamat membaca... ^^.

Suatu hari (he? Ini dongeng apa mau cerita seperti biasa?) sudah sudah bikin pusing yang cerita nih. Sudah dengarkan sajalah aku bercerita ok.

He'em he'em uhuk uhuk... Bismillahirrahmannirrahim...

Cerita ini berawal dari aku masuk ke sebuah sekolah yang ku anggap sangat bagus. Biasa aku kan anak desa yang baru masuk ke sekolah di kota besar. (Wah kau sungguh katrok). Diam kau yang di sana!!. Aku mulai sekolahku dengan riang gembira. Aku sudah jenuh di rumah kurang lebih hampir 2 bulan. (Kau habiskan buat apa?). Ehm... ya makan tidur eh... diam kau!!! Aku jadi tak konsentrasi bercerita. Oke, kita lanjutkan ceritanya. Aku langsung saja ke inti ceritanya saja ya. (Memang kau belum masuk ke inti cerita?). Plak!!! Sudah ku bilang diam dan dengarkan saja ceritanya. Aku masuk ke kelas 7A waktu mos. Ya waktu itu masih polos-polosnya. Aku mulai cari teman. Temanku pertama kita sebut saja Amat. Amat ini lulusan dari MI. Aku pikir pasti baik tu anak. Lulusan MI (Belum tentu tu). Iya memang belum menentukan sifat sebenarnya. Teman pertamaku ini tidak satu kelas selama mos. Selama mos aku punya teman lain. Sebut saja namanya Mawan. Kelihatannya anaknya pendiam. Memang pendiam dia. Selama mos aku jalani dengan riang gembira. (Masa'?). Sudahlah capek aku berbicara dengan kau. Tapi, ada hal yang menarik perhatianku ketika ada anak perempuan yang sungguh berani ngomong di depan teman-teman dan menyanyikan sebuah lagu. (Kau jatuh cinta ya?). Belum belum. Waktu itu aku punya sendiri. Lho kok aku jadi curhat. Tak apalah nanti juga ada cerita tentang dia juga kok. 

Aku sih waktu itu ingin kenalan. Tapi, malu.. cuy. (Memang kau punya malu?). Hhhhhnnnngggg --" Plak!!. Oke kita lanjut lagi. Setelah beberapa minggu setelah aku menjalani mos, kelas mulai diacak lagi. Aku tidak sekelas lagi dengan temanku, Mawan. Ya sudahlah tak apa. Akhirnya aku masuk ke kelas 7G bersama Fajar teman sekelasku selama mos. Di sinilah aku bertemu dengan Yazid, sahabatku sampai saat ini. Dia adalah anak sangat susah untuk diajak guyon. (Memang kau bisa melucu?). Itu sih tergantung dari apa yang aku pikirkan saat itu. Anak yang satu ini kalau aku ajak guyon pasti ditanggapi serius. Memang banyak yang mengatakan aku ini bermuka serius. Seperti muka-muka orang kejam. (Muka kau itu muka konyol). Sabar-sabar. Aku dulu kelas 7 pernah dekat dengan seseorang. Kita sebut saja namanya Lia. (Cieee kau pernah deket sama perempuan? Keajaiban yang luat biasa). Iyaiya--. Tapi, tidak terlalu dekat sama dia. Karena... (Kenapa kau? Epilepsi kau kumat?). Enak saja kau bicara. Aku tak punya penyakit aneh itu. Karena dia ternyata lebih dari apa yang aku bayangkan. Aku sempat digosipkan dengan dia. (Wah ternyata di sana anaknya kurang pandai mencari berita. Kenapa harus kau yang diambil beritanya?) Memangnya aku kurang enak diberitakan gitu. Memang kau pantas untuk diberitakan?(Ya tak juga. Nanti yang dengar takut semua kali). Aku semakin lama tak dekat lagi dengan dia. (Kenapa mas bro?). Ya gitu deh dia, kalau marah wah... mengerikan dan berubah menjadi lain. Tapi, aku mencoba untuk setia waktu itu. (Cie ilah kau ini setia-setian juga kau, tapi akhirnya kau juga putus). Diam kau!! Sekarang aku sudah punya pengganti kok. Ya masa kelas 7 ku memang tak terlalu berkesan. Tapi aku bisa bertemu dengan makhluk-makhluk itu juga aku sudah senang kok.

Masuk kelas 8, inilah saatnya untuk menceritakan hal yang sangat aneh dan gila-gilaan. (Memang kau dulu pernah aneh dan gila-gilaan?) Ya pernah dong. Aku kan di sini bertemu dengan makhluk-makhluk yang super aneh penghuni tempat ini. Aku di sini bertemu dengan Al, Re, Nem, Ti, and Yu. (Tu nama simpel amat). Sudahlah ini privasi. Nanti yang punya nama protes. Waktu pertama kali sekelas belum terjadi kegilaan yang aneh. Tapi, setelah beberapa bulan dijalani dengan sepenuh hati akhirnya muncul juga. Suatu ketika kami berlima duduk bersama, Aku, Al, Re, Nem, and Ti. (Lha terus Yu nya mana?) Oh kalau dia lebih suka menyendiri. Kelima anak ini, sungguh generasi emas untuk Stand Up Comedy semua. Yang Al ini anak yang super aneh. Kalau lagi riang gembira, gempar kelas, kalau lagi galau, lebay, kalau marah, nggak mengerikan. Terus Re. Anak yang satu ini punya suara yang langka. Kadang bisa imut seperti bayi. Kadang bisa kayak suara bumi bergerak. Selanjutnya Nem. Anak yang satu ini sebenaranya sudah aku kenal sejak kelas 7 sama Si Re. Tapi, aku baru tahu sifat aslinya ketika aku duduk di kelas 8 ini. Anak yang satu ini salah kemasukan roh mungkin dulu. (Kok bisa?). Ya begitulah tingkahnya seperti anak laki-laki. Aku bisa bilang pencilakaan berlebihan. Terus yang matanya sulit untuk melek, Ti. Anak yang satu ini selalu ngantukan di kelas. Untung saja nggak pernah ketiduran di kelas anak tu. Wajah-wajah tak bersemangat. Entah karena cinta tak tersampaikan tuh anak. Paling senang baca segala jenis komik dan novel. Dan yang terakhir adalah Yu. Anak yang paling kalem lan alim dari kita semua. Cowok paling anti cewek. Memang selama sekolah dia paling virgin dari kita semua. (He?). Ya begitulah makhluk-makhluk aneh ini bertemu denganku.

Kelas 8 adalah masa-masa di mana aku bisa mengekspresikan semua apa yang aku ingin ekspresikan.

Di kelas 9 adalah kelas di mana aku mulai bertemu dengan pujaan hatiku (Cieee Kau punya pujaan hati ternyata). Lho iya dong.  Memang semua tidak terjadi secara spontan. Tapi, aku selalu setia menunggu kok. Awal masuk kelas Sembilan, aku g dirundung kegalauan. Aku selalu keingat kenangan dengan sang mantan. Tapi, aku berusaha untuk melupakannya.(Wah hebat kau. Ternyata kau pernah galau juga). Ya iyalah aku kan punya hati juga. Tapi akhirnya aku bisa melupakan kenangan itu ketika aku mulai mengenal dia. (Dia?). Iya dia. (Siapa?). Ya itulah pokoknya. Aku mulai bisa melupakannya ketika aku mendapat surat ucapan ultah darinya. Aku memang harus mencari pengirimnya dulu. Tapi, aku sudah menebak dia pengirimnya. Aku mulai suka dengan dia. Dan pada akhirnya, dia mengatakan kalau dia suka denganku. Aku juga suka dengan dia.(Akhirnya kau merasakan jatuh cinta ya). Ya begitulah. Aku mulai merasakan hal yang sulit diungkapakan. Akhirnya, aku berencana untuk menembaknya. Tapi, aku masih punya janji pada diriku. (Janji apa kawan?). Janji jika aku tak pacaran dulu. (Tapi kau suka dengan dia kan?). Iya memang aku suka dengan dia, aku sayang dengan dia. (Lha terus kau bagaimana?). Akhirnya aku mengatakan aku akan nembak dia setelah UN. (Terus dia mau?). Iya. Dia mau menungguku. Dan aku tak ingin mengkhianati kepercayaannya. (Kau memang asyik kawan). Terima kasih kawan. Aku akan terus mengejar apa yang aku mimpikan. Aku akan terus melangkah dengan dia. (Asyik kawan. Semoga kalian langgeng kawan). Amin… kawan. Terima kasih do’anya. Dan aku akhirnya teringat sesuatu. Aku harus menyelesaikan sebuah petualanganku di sini kawan. Aku harus menutup petualanganku dengan sebuah prestasi yang memuaskan. Aku akan membuat sejarah di tempat ini. (Semangat kawan. Semoga itu dapat tercapai). Amin… kawan.

Itulah sepenggal dari ceritaku. Maaf jika ada kata-kata yang kurang mengenakan. Terima kasih sudah membaca. Akhirnya aku bisa berbagi cerita. (Ciiiieeee yang mau jadian). Diam kau!! (Hahahaha muka kau merah).


 Wassalamu'alaikum Wr. Wb. ^^

Sebuah Akhir dari Sebuah Kata Sang Penguasa Tanpa Singgasana

Aku terlahir dari sebuah desa yang mungkin tidak terlalu terkenal. Tempat kelahiranku bukanlah tempat yang istimewa. Masa kecilku banyak aku habiskan untuk mengenal segala hal di sekelilingku. Dan inilah semua awal dari sebuah perjalanan sehingga aku sampai di sini untuk berhenti dan menuliskan sebuah cerita di dalam sebuah prasasti yang akan aku ceritakan kepada cucuku suatu hari nanti.

Aku kecil bukanlah anak yang berani berbicara di depan banyak orang. Aku adalah anak yang super pemalu dari semua temanku sebaya. Aku lebih banyak diam di bangku kelas ketimbang mengemukakan kata-kata yang mungkin aku sendiri sulit untuk memahaminya. Ketika aku kecil aku memiliki sebuah ketakuatan yang sangat aneh untuk orang awam. Aku terkadang takut berbicara dengan orang lain meskipun  dia sudah aku kenal. Aku bukanlah orang yang pandai dalam hal berbicara dan menyusun kata secara spontan.

Semasa kecil aku mempunyai seorang teman khayalan yang sering aku ajak bicara sendiri ketika aku tidak ada yang menemani. Aku berbagi cerita walau aku bicara sendiri di dalam kamar. Tapi, bukan dalam bentuk sebuah boneka atau mainan lainnya yang biasa anak kecil mainkan. Temanku ini berwujud seperti diriku tetapi memiliki sifat yang lebih dewasa dari aku. Dia sering memberi sebuah saran ketika aku mempunyai masalah. Aku dulu sempat berpikir apa ini memang pikiranku sendiri. Tapi, ketika aku beranjak dewasa, temanku itu semakin lama semakin menghilang dan pergi entah ke mana.

Awal dari semua yang akan aku ceritakan adalah ketika aku mulai ditunjuk menjadi seorang ketua kelas. Peristiwa ini terjadi ketika aku kelas 4 SD. Awal-awal bulan tampak tak begitu berat bagiku. Tapi, ketika aku mulai dihadapkan kepada sebuah masalah yang umum tapi, sulit untuk aku selesaikan. Ketika kelas mulai tak terkendali dan aku tak bisa mengatasi sampai wali kelasku pun tak sanggup menghadapinya. Akhirnya aku dibebani untuk mengatur kelas. Terus aku hanya berpikir, Apa yang harus aku lakukan? Aku bukanlah orang yang pandai bicara. Apalagi waktu itu aku orang sangat pendiam. Tapi, untung aku punya sahabat yang selalu membantuku dalam hal mengatasi kelas. Dia yang membantuku dalam berbicara di dalam kelas.

Penderitaanku tidak sampai di situ saja. Hal yang sangat pahit pernah aku alami ketika waktu berjalan sebuah pelajaran sekitar pukul 08.00. Ketika itu aku dipukul oleh Kepala Sekolahku dulu hanya gara-gara aku dianggap tidak bisa mengkoordinir teman-temanku untuk piket. Terus apa itu semata-semata semua salahku? Jika demikian kenapa Aku diangkat menjadi ketua kelas jika aku dianggap tidak becus dalam melaksanakannya?. Aku hanya menerima dengan polosnya tanpa ada niat untuk protes maupun melakukan hal untuk pembelaan. Aku hanya duduk dengan kepala yang agak pusing. Ya menurutku lumayan untuk seumuranku.

Penderitaanku mulai meringan ketika aku mulai duduk di kelas 5 dan 6 SD. Teman-temanku mulai mengerti jika aku mulai merasa sudah merasa jenuh dan ingin mundur menjadi ketua kelas. Teman-temanku akhirnya dapat diajak kerja sama dalam mengondisikan kelas. Entah apa yang terjadi, atau mereka mulai merasa kasihan kepadaku. Aku merasa tak peduli ketika itu. Hari-hari aku jalani dengan santai tanpa ada tekanan yang menuntutku dengan cara-cara yang tak manusiawi. Aku akhiri dinasti di SD dengan kesuksesan yang mungkin tak pernah aku rasakan sebelumnya.

Aku masuk SMP Negeri. Aku migrasi ke kota dan meninggalkan sahabatku di kampung halamanku untuk memperoleh pendidikan yang lebih lengkap. Selain itu, ada tuntuntan lain yang membuatku harus migrasi. Awal masuk aku tak mempunyai bayangan yang akan membuatku tertekan dalam hal psikologis maupun fisik. Bulan-bulan awal aku masuk, aku nikmati dengan riang gembira. Tapi, tak dapat dikata lagi, mendung mulai menghampiriku. Ketika aku masuk kelas 7G, tak ada ketua kelas. Akhirnya, aku dengan senang hati menjadi ketua kelas sementara karena waktu itu dalam keadaan mendesak. Tapi, hal buruk mulai terjadi ketika wali kelasku menetapkanku menjadi ketua kelas permanen. Aku mulai bingung lagi. Aku ini anak yang tak pandai dalam memimpin sebuah perkumpulan. Apalagi, waktu itu aku belum begitu mengenal teman-teman sekelasku. Akhirnya, aku terima dengan berat hati. Setelah 3 bulan aku membangun dinastiku, aku merasakan tekanan yang begitu berat. Setiap malam aku hampir tak bisa tidur. Aku sangat tertekan sampai aku hampir strees sehingga nila-nilaiku sempat turun. Aku mengajukan untuk mengundurkan diri, tapi, wali kelasku tak setuju aku mengundurkan diri. Di sinilah awal dari semua ketidakpedulianku terhadap kelas. Aku merasa dipaksa. Aku dituntut selalu bisa mengendalikan kelas. Tanpa diberi sebuah cara-cara untuk mengendalikan kelas. Aku harus mencarinya sendiri. Akhirnya, di akhir semester aku mulai bisa melepas semua apa yang ingin aku katakan. Pertama kali aku murka di depan orang banyak.

Kelas 8, aku berniat tidak ingin menjadi ketua kelas lagi. Tapi, apa mau dikata lagi. Mimpi burukku masih berlanjut di kelas 8. Awalnya aku tak begitu keberatan dengan penujukan itu. Karena waktu itu kelasku dihuni oleh makhluk-makhluk yang dikenal pendiam. Kesan pertamaku memang benar. Di kelas inilah aku mulai tak tertekan lagi. Aku mulai menikmati kembali perasaan senang menjadi ketua kelas. Tapi, kesenangan itu tak berlangsung begitu lama. 1 tahun yang dulu ku anggap lama, berjalan menjadi begitu cepat. Di kelas inilah aku mengerti sebuah persahabatan dan pengertian.

Kelas 9, aku sudah bertekad dengan segenap hati untuk tidak menjadi ketua kelas lagi. Tapi.... Ternyata mimpi burukku masih saja berlanjut. Aku ditunjuk lagi menjadi ketua kelas untuk ke-6 kali berturut dalam jangka waktu 6 tahun. Presiden saja sampai kalah. Padahal aku sudah mengatakan keberatanku untuk menjadi ketua kelas lagi. Tapi, wali kelasku tak mempedulikan perkataanku. Akhirnya dengan sangat sangat berat hati aku terima kembali jabatan menjadi ketua kelas. Di kelas inilah aku mulai sangat membenci jabatan yang satu ini. Aku sudah jenuh dengan jabatan ini. Aku mulai tak peduli dengan keadaan kelas. Kenapa aku demikian? Aku hanya ingin istirahat. Aku hanya ingin melepas sejenak jabatan yang satu ini. Apa tidak ada yang lain yang bisa menjadi ketua kelas? Coba katakan padaku apa kelebihanku? Pintar di kelas? Pengalaman banyak? Itu saja. Jujur aku muak dengan kata-kata ketua kelas. Sangat muak. Aku benci menjadi ketua kelas. Aku sudah lelah menjadi ketua kelas. TAPI MENGAPA TIDAK ADA YANG MENGERTI PERASAANKU SEDIKITPUN? AKU INI SUDAH CAPEK. AKU INGIN ISTIRAHAT UNTUK SEMENTARA WAKTU. Aku ingin mengundurkan diri tapi trauma seperti dulu. Aku pernah berpikir untuk bunuh diri karena depresi dengan hal ini. Tapi, itu tindakan konyol.

Inilah semua ceritaku tentang ketua kelas. Aku hanyalah seorang penguasa tanpa singgasana. Aku menjadi ketua kelas adalah semata-mata mencari sebuah pengalaman. Tapi, itu sangat berat bagiku. Maaf jika di ceritaku di atas ada kata-kata yang kurang berkenan. Aku hanya ingin mengatakan sebuah pesan "HARGAILAH ORANG YANG MEMIMPINMU ASAL MEREKA BENAR. MENJADI SEORANG PEMIMPIN BUKANLAH HAL YANG MUDAH. MEREKA MENGALAMI TEKANAN TIDAK HANYA DARI SEGI FISIK TAPI JUGA DARI SEGI MENTAL DAN PSIKOLOGIS. JIKA KAU TAK MAU MENGHARGAI PEMIMPINMU, JADILAH KAU PENGGANTI PEMIMPINMU DAN RASAKAN APA YANG DIRASAKANNYA."

Sabtu, 11 Januari 2014

Your Call


Waiting for your call, common sick, common I'm angry
common I'm desperate for your voice
Listening to the song we used to sing
In the car, do you remember
Butterfly, Early Summer
It's playing on repeat, Just like when we would meet
Like when we would meet

Cause I was born to tell you I love you
And I am torn to do what I have to, to make you mine
Stay with me tonight

Stripped and polished, I am new, I am fresh
I am feeling so ambitious, you and me, flesh to flesh
Cause every breath that you will take
When you are sitting next to me
Will bring life into my deepest hopes, What's your fantasy?
(What's your, what's your...)

I was born to tell you I love you
And I am torn to do what I have to, to make you mine
Stay with me tonight

And I'm tired of being all alone, and this solitary moment makes me want to come back home [X4]
(I know everything you wanted isn't anything you have)

I was born to tell you I love you
And I am torn to do what I have to, to make you mine
Stay with me tonight

I was born to tell you I love you
And I am torn to do what I have to, to make you mine
Stay with me tonight
(I know everything you wanted isn't anything you have)

By Secondhand Serenade :)

Panggilanmu

Menunggu panggilanmu, terbiasa sakit, terbiasa aku marah
Terbiasa aku putus asa dengan suaramu
Mendengar lagu yang kita gunakan untuk bernyanyi
Di dalam mobil, apakah kau ingat?
Kupu-kupu, lekas musim panas
Itu mengulang kembali, seperti ketika kita akan bertemu
Seperti ketika kita akan bertemu

Karna aku terlahir untuk berkata kepadamu Aku mencintaimu
Dan aku bergelimang air mata untuk apa yang harus aku lakukan, untuk membuat dirimu menjadi milikku
Tinggallah denganku malam ini

Ditelanjangi dan dipoles, aku baru, aku segar
Aku merasa sangat ambisius, kau dan aku, sempurna untuk menyempurnakan
Karna setiap udara yang kau hirup
Ketika kau duduk di sampingku
Akankah membawa hidup ke dalam harapan yang paling dalam? Apakah khayalanmu?

Karna aku terlahir untuk berkata kepadamu Aku mencintaimu
Dan aku bergelimang air mata untuk apa yang harus aku lakukan, untuk membuat dirimu menjadi milikku
Tinggallah denganku malam ini

Aku merasa bosan sendirian, dan saat kesendirian ini membuatku ingin pulang (4x)
(Aku tahu semua yang kau inginkan tidak ada satupun yang terwujud)

Karna aku terlahir untuk berkata kepadamu Aku mencintaimu
Dan aku bergelimang air mata untuk apa yang harus aku lakukan, untuk membuat dirimu menjadi milikku
Tinggallah denganku malam ini

Karna aku terlahir untuk berkata kepadamu Aku mencintaimu
Dan aku bergelimang air mata untuk apa yang harus aku lakukan, untuk membuat dirimu menjadi milikku
Tinggallah denganku malam ini
(Aku tahu semua yang kau inginkan tidak ada satupun yang terwujud)

Selasa, 07 Januari 2014

Resep Untuk Sukses

Resep Untuk Sukses

Seorang Sahabat bertanya, apa sih resep untuk dapat
sukses di dunia ini, dan
saya mengatakan resep utama adalah bekerja keras.
Ketika kita tau apa yang
kita ingin lakukan, hal yang perlu kita lakukan adalah
bekerja keras dan
percaya pada kemampuan diri kita. Bekerja keras
membuat mimpi kita menjadi
nyata. kadang-kadang memang memerlukan waktu. Kita
harus paham mimpi kita
ketika kita memutuskan untuk bermimpi, setelah itu
kita harus bekerja keras
untuk mencapai mimpi yang kita inginkan.
 
Hidup di dunia hanya sekali. Karenanya, kita harus
menjadikan hidup yang
sekali itu bermakna di dunia dan bisa menjadi bekal di
akhirat kelak. Hidup
akan bermakna dengan kita isi untuk kerja keras. Tanpa
kerja keras tak
mungkin kita sukses dan mampu mengemban amanat yang
Allah bebankan kepada
kita. Tidak ada kesuksesan dan kemuliaan bagi orang
yang malas.
 
Jangankan manusia, binatang pun harus bekerja keras
untuk bisa eksis. Apa
jadinya bila seekor singa malas berlari untuk memburu
mangsanya, ia akan
mati kelaparan. Apa jadinya pula bila seekor rusa
malas berlari, tentu ia
akan dimakan singa. Bahkan seekor nyamuk pun harus
bertaruh nyawa untuk
mendapatkan makanan. Betapa ranjau manusia siap
menghancurkan tubuhnya
ketika ia hendak menghisap darah.
 
Cukupkah hanya dengan kerja keras? Ternyata tidak.
Manusia tidak bisa
mengKitalkan otot dan fisiknya belaka. Ia harus
memanfaatkan pula potensi
pikirannya. Semakin cerdas dalam bekerja, maka akan
maksimal pula hasil yang
diraih
 
Memang banyak hal yang dapat kita lakukan dengan
bekerja keras, bukan hanya
ingin tetapi juga MAU KeMAUan bekerja keras akan
membuahkan benih-benih
hasil yang luar biasa Jadilah orang yang berkeMAUan
untuk bekerja keras.
tujuan kita bekerja keras untuk :
 
Kerja keras melawan kemalasan
Kerja keras melawan keegoisan
Kerja keras melawan hawa nafsu
Kerja keras melawan kesombongan
Kerja keras melawan kemiskinan
Kerja keras melawan Kebodohan
 
Dalam era globalisasi ini, hanya orang yang mau
bekerja keras dan tekun yang
akan mampu bersaing dan bisa menjadi pemenang.
Sebaliknya jika Kita tidak
mau bekerja keras dan tekun, siap-siaplah Kita jadi
pecundang dalam hidup
ini. Lubang penderitaan sudah tersedia di depan Kita,
jika Kita yang tidak
mau bekerja keras dan tekun. Jembatan sudah tersedia
didepan sana, yang akan
mengantarkan Kita menuju pulau kesuksesan jika Kita
mau bekerja keras dan
tekun.
 
Cara yang baik agar Kita mau bekerja keras dan tekun
adalah membuang virus
yang menggampangkan hidup, membuang virus kemalasan,
membuang virus putus
asa dan membuang virus hura-hura. Jangan lagi Kita
bermalas-malasan sambil
menunggu durian runtuh atau hanya berharap dari undian
lotre untuk menjadi
jutawan. Jangan lagi Kita bermalass-malasan sambil
berjudi contoh sabung
ayam.
 
 
Sikap putus asa dalam hidup ini juga harus dikubur.
Cobaan dan rintangan
dalam hidup ini mesti Kita harus lalui. Janganlah Kita
berhenti disebuah
pohon besar yang bernama:putus asa. Jangan lagi Kita
membayangkan berapa
hektar tanah warisan yang Kita miliki. Warisan
tersebut akan sangat cepat
habis jika Kita menjalaninya cukup dengan
berhura-hura. Anak- cucu Kita
hanya akan mendapat warisan penderitaan.
 
Vitamin yang perlu Kita minum agar bisa bekerja keras
dan tekun adalah
vitamin disiplin diri dan semangat hidup. Kita harus
membedakan disiplin
mana yang Kita jalani. Disiplin alami adalah disiplin
yang digali dari dalam
diri. Disiplin palsu adalah disiplin jika ada orang
lain yang menggerakkan.
Jadilah Kita disiplin alami agar tetap mekar sepanjang
hari. Disiplin palsu
hanya bisa mekar jika ada orang yang menyiraminya.
Semangat hidup perlu Kita
dukung dengan kesehatan yang prima. Kesehatan yang
kurang, akan menyebabkan
Kita loyo seperti mobil yang tidak bertenaga karena
kampas koplingnya sudah
habis. Oleh karenanya Kita harus tetap menjaga
kesehatan agar bisa tetap
bersemangat dalam menjalani hidup ini.
 
Jadi, jangan pernah nyerah, selalu kobarkan semangat
kita, en terapkan kerja
keras, but, it doesn't mean you don't care bout your
body. Make it balance.

HIDUP aja UDAH SUSAH  JANGAN DIBIKIN SUSAH AHHH...

Hipnoterapi Klinis

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sebuah artikel mengenai Hipnetarapi Klinis yang mulai dikembangkan di Indonesia untuk menunjang penyembuhan dan pencegahan sebuah kanker.

Meski keberadaannya belum diakui lembaga medis di Indonesia, hypnosis mulai banyak diterapkan untuk mendukung berbagai tindakan medis. Hypnosis tidak menyembuhkan penyakit akibat tidak berfungsinya organ, tetapi membantu pasien merasa lebih nyaman, mengurangi rasa sakit, hingga mengubah pola hidup.

Hypnosis untuk mewujudkan maupun menjaga kesehatan seseorang disebut hipnoterapi klinis. Orang yang melakukan disebut hipnoterapis. Hipnoterapi berfungsi sebagai komplemen (pelengkap terapi) yang dilakukan dokter. Karena itu, pasien yang menjalani hipnoterapi wajib patuh pada semua anjuran dokter untuk mengobati penyakitnya.
Hipnoterapi klinis diklaim efektif mengobati berbagai penyakit psikosomatis yaitu penyakit yang gejalanya muncul pada bagian tubuh tertentu, tetapi sumber penyakitnya adalah kondisi mental emosional.
Salah satu contoh penyakit psikosomatis adalah seseorang yang merasa sakit jantung karena mengalami rasa nyeri di dada, namun dokter yang memeriksa secara detail tidak menemukan penyakit apa pun. Masyarakat awam menganggap pemicu penyakit psikosomatis adalah stress. Padahal, stress yang muncul merupakan manifestasi sakit yang terjadi pada pikiran atau mental.
Pikiran yang tak tenang, stress, tertekan diiringi berbagai emosi negative, seperti marah, kecewa, dendam, benci, rasa bersalah, malu, takut, sedih hingga terluka bisa menimbulkan sakit pada tubuh. Sebagai satu kesatuan, pikiran dan tubuh saling mempengaruhi. Emosi memengaruhi pikiran dan pikiran memengaruhi kondisi fisik.
Menurut Adi (Adi W. Gunawan, Presiden Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia), sebagian besar penyakit dipicu oleh factor psikogenik yaitu pikiran dan mental. Sisanya, dipicu kerusakan organ. Hal itu membuat pengelolaan pikiran dan mental emosional penting untuk menyembuhkan penyakit psikosomatis atau mengurangi keparahan penyakit akibat rusaknya organ.

Proses

Hypnosis dilakukan untuk menjangkau pikiran bawah sadar seseorang. Pikiran bawah sadar menentukan 95%-98% keputusan, tindakan, emosi, dan perilaku manusia. Di pikiran bawah sadar itulah emosi yang menjadi akar masalah dan memicu berbagai penyakit ditata ulang untuk menghasilkan sikap atau perilaku baru.
Untuk menjangkau pikiran bawah sadar, hipnoterapis akan membuat klien rileks dan pikiran sadarnya tidak mengganggu. Selama pikiran sadar tetap bekerja, mental emosional tidak bisa ditata karena selalu muncul penolakan.
Jika gelombang otak diamati, selama proses mengarahkan pikiran sadar menuju pikiran bawah sadar, gelombang otak klien akan berubah dari gelombang beta yang memiliki frekuensi tinggi menuju gelombang theta yang berfrekuensi rendah.
Selanjutnya, hipnoterapis akan membawa pikiran klien mundur ke masa lalu hingga jauh ke masa kanak-kanak atau saat masih di kandungan. Dalam pengaruh pikiran bawah sadarnya, klien diajak mencari akar persoalan mental emosional yang memicu persoalan fisik yang dirasakan saat ini.
Persoalan mental bisa berupa rasa bersalah yang dalam karena mengkhianati pasangan, dendam karena dicurangi teman, atau sugesti negative orang tua yang membuat seseorang fobia sesuatu.
Walau berada dalam pikiran bawah sadar, orang yang dihipnotis tidak akan kehilangan kesadaran. Ia tetap bisa menolak perintah hipnoterapis  yang dirasa mengancam keselamatan hidupnya, bertentangan dengan moral agama, dianggap sesuatu yang salah, atau dinilai tidak masuk akal.

Aplikasi

Hipnosis kini juga mulai banyak digunakan di bebrbagai bidang kedokteran, baik untuk mengurangi keparahan suatu penyakit fisik, mengurangi ketakutan atau rasa sakit di kedokteran gigi (hipnodontia), mengurangi rasa sakit saat persalinan (hypnobirthing), hingga meningkatkan kepuasan seksual.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi metabolic dan diabetes Rumah Sakit Santosa, Bandung, Adhiarta, mengatakan, hypnosis dapat digunakan untuk membantu pengidap diabetes mellitus tipe 2 atau akibat gaya hidup untuk mengontrol gula darah. Tujuannya membuat pengidap makan teratur sesuai anjuran ahli nutrisi dan berolahraga teratur.
Hypnosis juga bisa diaplikasikan pada penderita kanker. Tindakan ini bukan untuk menyembuhkan kanker, tapi membantu penderita mengurangi rasa sakit ketika menjalani raioterapi atau kemoterapi sehingga tumbuh rasa nyaman yang bisa memperkuat system imunitas tubuh untuk melawan sel-sel kanker.


Sumber : Kompas, Selasa, 19 November 2013