Sabtu, 11 Januari 2014

Panggilanmu

Menunggu panggilanmu, terbiasa sakit, terbiasa aku marah
Terbiasa aku putus asa dengan suaramu
Mendengar lagu yang kita gunakan untuk bernyanyi
Di dalam mobil, apakah kau ingat?
Kupu-kupu, lekas musim panas
Itu mengulang kembali, seperti ketika kita akan bertemu
Seperti ketika kita akan bertemu

Karna aku terlahir untuk berkata kepadamu Aku mencintaimu
Dan aku bergelimang air mata untuk apa yang harus aku lakukan, untuk membuat dirimu menjadi milikku
Tinggallah denganku malam ini

Ditelanjangi dan dipoles, aku baru, aku segar
Aku merasa sangat ambisius, kau dan aku, sempurna untuk menyempurnakan
Karna setiap udara yang kau hirup
Ketika kau duduk di sampingku
Akankah membawa hidup ke dalam harapan yang paling dalam? Apakah khayalanmu?

Karna aku terlahir untuk berkata kepadamu Aku mencintaimu
Dan aku bergelimang air mata untuk apa yang harus aku lakukan, untuk membuat dirimu menjadi milikku
Tinggallah denganku malam ini

Aku merasa bosan sendirian, dan saat kesendirian ini membuatku ingin pulang (4x)
(Aku tahu semua yang kau inginkan tidak ada satupun yang terwujud)

Karna aku terlahir untuk berkata kepadamu Aku mencintaimu
Dan aku bergelimang air mata untuk apa yang harus aku lakukan, untuk membuat dirimu menjadi milikku
Tinggallah denganku malam ini

Karna aku terlahir untuk berkata kepadamu Aku mencintaimu
Dan aku bergelimang air mata untuk apa yang harus aku lakukan, untuk membuat dirimu menjadi milikku
Tinggallah denganku malam ini
(Aku tahu semua yang kau inginkan tidak ada satupun yang terwujud)

Selasa, 07 Januari 2014

Resep Untuk Sukses

Resep Untuk Sukses

Seorang Sahabat bertanya, apa sih resep untuk dapat
sukses di dunia ini, dan
saya mengatakan resep utama adalah bekerja keras.
Ketika kita tau apa yang
kita ingin lakukan, hal yang perlu kita lakukan adalah
bekerja keras dan
percaya pada kemampuan diri kita. Bekerja keras
membuat mimpi kita menjadi
nyata. kadang-kadang memang memerlukan waktu. Kita
harus paham mimpi kita
ketika kita memutuskan untuk bermimpi, setelah itu
kita harus bekerja keras
untuk mencapai mimpi yang kita inginkan.
 
Hidup di dunia hanya sekali. Karenanya, kita harus
menjadikan hidup yang
sekali itu bermakna di dunia dan bisa menjadi bekal di
akhirat kelak. Hidup
akan bermakna dengan kita isi untuk kerja keras. Tanpa
kerja keras tak
mungkin kita sukses dan mampu mengemban amanat yang
Allah bebankan kepada
kita. Tidak ada kesuksesan dan kemuliaan bagi orang
yang malas.
 
Jangankan manusia, binatang pun harus bekerja keras
untuk bisa eksis. Apa
jadinya bila seekor singa malas berlari untuk memburu
mangsanya, ia akan
mati kelaparan. Apa jadinya pula bila seekor rusa
malas berlari, tentu ia
akan dimakan singa. Bahkan seekor nyamuk pun harus
bertaruh nyawa untuk
mendapatkan makanan. Betapa ranjau manusia siap
menghancurkan tubuhnya
ketika ia hendak menghisap darah.
 
Cukupkah hanya dengan kerja keras? Ternyata tidak.
Manusia tidak bisa
mengKitalkan otot dan fisiknya belaka. Ia harus
memanfaatkan pula potensi
pikirannya. Semakin cerdas dalam bekerja, maka akan
maksimal pula hasil yang
diraih
 
Memang banyak hal yang dapat kita lakukan dengan
bekerja keras, bukan hanya
ingin tetapi juga MAU KeMAUan bekerja keras akan
membuahkan benih-benih
hasil yang luar biasa Jadilah orang yang berkeMAUan
untuk bekerja keras.
tujuan kita bekerja keras untuk :
 
Kerja keras melawan kemalasan
Kerja keras melawan keegoisan
Kerja keras melawan hawa nafsu
Kerja keras melawan kesombongan
Kerja keras melawan kemiskinan
Kerja keras melawan Kebodohan
 
Dalam era globalisasi ini, hanya orang yang mau
bekerja keras dan tekun yang
akan mampu bersaing dan bisa menjadi pemenang.
Sebaliknya jika Kita tidak
mau bekerja keras dan tekun, siap-siaplah Kita jadi
pecundang dalam hidup
ini. Lubang penderitaan sudah tersedia di depan Kita,
jika Kita yang tidak
mau bekerja keras dan tekun. Jembatan sudah tersedia
didepan sana, yang akan
mengantarkan Kita menuju pulau kesuksesan jika Kita
mau bekerja keras dan
tekun.
 
Cara yang baik agar Kita mau bekerja keras dan tekun
adalah membuang virus
yang menggampangkan hidup, membuang virus kemalasan,
membuang virus putus
asa dan membuang virus hura-hura. Jangan lagi Kita
bermalas-malasan sambil
menunggu durian runtuh atau hanya berharap dari undian
lotre untuk menjadi
jutawan. Jangan lagi Kita bermalass-malasan sambil
berjudi contoh sabung
ayam.
 
 
Sikap putus asa dalam hidup ini juga harus dikubur.
Cobaan dan rintangan
dalam hidup ini mesti Kita harus lalui. Janganlah Kita
berhenti disebuah
pohon besar yang bernama:putus asa. Jangan lagi Kita
membayangkan berapa
hektar tanah warisan yang Kita miliki. Warisan
tersebut akan sangat cepat
habis jika Kita menjalaninya cukup dengan
berhura-hura. Anak- cucu Kita
hanya akan mendapat warisan penderitaan.
 
Vitamin yang perlu Kita minum agar bisa bekerja keras
dan tekun adalah
vitamin disiplin diri dan semangat hidup. Kita harus
membedakan disiplin
mana yang Kita jalani. Disiplin alami adalah disiplin
yang digali dari dalam
diri. Disiplin palsu adalah disiplin jika ada orang
lain yang menggerakkan.
Jadilah Kita disiplin alami agar tetap mekar sepanjang
hari. Disiplin palsu
hanya bisa mekar jika ada orang yang menyiraminya.
Semangat hidup perlu Kita
dukung dengan kesehatan yang prima. Kesehatan yang
kurang, akan menyebabkan
Kita loyo seperti mobil yang tidak bertenaga karena
kampas koplingnya sudah
habis. Oleh karenanya Kita harus tetap menjaga
kesehatan agar bisa tetap
bersemangat dalam menjalani hidup ini.
 
Jadi, jangan pernah nyerah, selalu kobarkan semangat
kita, en terapkan kerja
keras, but, it doesn't mean you don't care bout your
body. Make it balance.

HIDUP aja UDAH SUSAH  JANGAN DIBIKIN SUSAH AHHH...

Hipnoterapi Klinis

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sebuah artikel mengenai Hipnetarapi Klinis yang mulai dikembangkan di Indonesia untuk menunjang penyembuhan dan pencegahan sebuah kanker.

Meski keberadaannya belum diakui lembaga medis di Indonesia, hypnosis mulai banyak diterapkan untuk mendukung berbagai tindakan medis. Hypnosis tidak menyembuhkan penyakit akibat tidak berfungsinya organ, tetapi membantu pasien merasa lebih nyaman, mengurangi rasa sakit, hingga mengubah pola hidup.

Hypnosis untuk mewujudkan maupun menjaga kesehatan seseorang disebut hipnoterapi klinis. Orang yang melakukan disebut hipnoterapis. Hipnoterapi berfungsi sebagai komplemen (pelengkap terapi) yang dilakukan dokter. Karena itu, pasien yang menjalani hipnoterapi wajib patuh pada semua anjuran dokter untuk mengobati penyakitnya.
Hipnoterapi klinis diklaim efektif mengobati berbagai penyakit psikosomatis yaitu penyakit yang gejalanya muncul pada bagian tubuh tertentu, tetapi sumber penyakitnya adalah kondisi mental emosional.
Salah satu contoh penyakit psikosomatis adalah seseorang yang merasa sakit jantung karena mengalami rasa nyeri di dada, namun dokter yang memeriksa secara detail tidak menemukan penyakit apa pun. Masyarakat awam menganggap pemicu penyakit psikosomatis adalah stress. Padahal, stress yang muncul merupakan manifestasi sakit yang terjadi pada pikiran atau mental.
Pikiran yang tak tenang, stress, tertekan diiringi berbagai emosi negative, seperti marah, kecewa, dendam, benci, rasa bersalah, malu, takut, sedih hingga terluka bisa menimbulkan sakit pada tubuh. Sebagai satu kesatuan, pikiran dan tubuh saling mempengaruhi. Emosi memengaruhi pikiran dan pikiran memengaruhi kondisi fisik.
Menurut Adi (Adi W. Gunawan, Presiden Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia), sebagian besar penyakit dipicu oleh factor psikogenik yaitu pikiran dan mental. Sisanya, dipicu kerusakan organ. Hal itu membuat pengelolaan pikiran dan mental emosional penting untuk menyembuhkan penyakit psikosomatis atau mengurangi keparahan penyakit akibat rusaknya organ.

Proses

Hypnosis dilakukan untuk menjangkau pikiran bawah sadar seseorang. Pikiran bawah sadar menentukan 95%-98% keputusan, tindakan, emosi, dan perilaku manusia. Di pikiran bawah sadar itulah emosi yang menjadi akar masalah dan memicu berbagai penyakit ditata ulang untuk menghasilkan sikap atau perilaku baru.
Untuk menjangkau pikiran bawah sadar, hipnoterapis akan membuat klien rileks dan pikiran sadarnya tidak mengganggu. Selama pikiran sadar tetap bekerja, mental emosional tidak bisa ditata karena selalu muncul penolakan.
Jika gelombang otak diamati, selama proses mengarahkan pikiran sadar menuju pikiran bawah sadar, gelombang otak klien akan berubah dari gelombang beta yang memiliki frekuensi tinggi menuju gelombang theta yang berfrekuensi rendah.
Selanjutnya, hipnoterapis akan membawa pikiran klien mundur ke masa lalu hingga jauh ke masa kanak-kanak atau saat masih di kandungan. Dalam pengaruh pikiran bawah sadarnya, klien diajak mencari akar persoalan mental emosional yang memicu persoalan fisik yang dirasakan saat ini.
Persoalan mental bisa berupa rasa bersalah yang dalam karena mengkhianati pasangan, dendam karena dicurangi teman, atau sugesti negative orang tua yang membuat seseorang fobia sesuatu.
Walau berada dalam pikiran bawah sadar, orang yang dihipnotis tidak akan kehilangan kesadaran. Ia tetap bisa menolak perintah hipnoterapis  yang dirasa mengancam keselamatan hidupnya, bertentangan dengan moral agama, dianggap sesuatu yang salah, atau dinilai tidak masuk akal.

Aplikasi

Hipnosis kini juga mulai banyak digunakan di bebrbagai bidang kedokteran, baik untuk mengurangi keparahan suatu penyakit fisik, mengurangi ketakutan atau rasa sakit di kedokteran gigi (hipnodontia), mengurangi rasa sakit saat persalinan (hypnobirthing), hingga meningkatkan kepuasan seksual.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi metabolic dan diabetes Rumah Sakit Santosa, Bandung, Adhiarta, mengatakan, hypnosis dapat digunakan untuk membantu pengidap diabetes mellitus tipe 2 atau akibat gaya hidup untuk mengontrol gula darah. Tujuannya membuat pengidap makan teratur sesuai anjuran ahli nutrisi dan berolahraga teratur.
Hypnosis juga bisa diaplikasikan pada penderita kanker. Tindakan ini bukan untuk menyembuhkan kanker, tapi membantu penderita mengurangi rasa sakit ketika menjalani raioterapi atau kemoterapi sehingga tumbuh rasa nyaman yang bisa memperkuat system imunitas tubuh untuk melawan sel-sel kanker.


Sumber : Kompas, Selasa, 19 November 2013

Jumat, 20 Desember 2013

Nyanyian Rindu


Coba engkau katakan padaku
Apa yang seharusnya aku lakukan
Bila larut tiba wajahmu terbayang
Kerinduan ini semakin dalam

Gemuruh ombak di pantai Kuta
Sejuk, lembut angin di bukit Kintamani
Gadis-gadis kecil menjajakan cincin
Kak mampu mengusir kau yang manis

Bila saja kau ada di sampingku,
sama-sama arungi danau biru
Bila malam mata enggan terpejam
Berbincang tentang bulan merah

Coba engkau dengar lagu ini
Aku yang tertidur dan tengah bermimpi
Langit-langit kamar jadi penuh gambar
Wajahmu yang bening, sejuk, segar

Kapan lagi kita akan bertemu
Meski hanya sekilas kau tersenyum?
Kapan lagi kita nyanyi bersama?
Tatapanmu membasuh luka,

 By Ebiet G. Ade
This song specially for QIF

Rabu, 18 Desember 2013

Sebuah Cerita Pendek dari Sang Pengembara

Ketika sang mentari tak kunjung datang
Hanyalah risau yang menyelimuti
Sungguh lama tuk dibanyangkan
Kan ke mana sang pemuda pergi

Sang pemuda duduk termenung
Melihat langit yang gelap mendung
Dia tak tahu 'kan ke mana pergi
Hanya duduk menyendiri

Air pun mulai jatuh menyerang
Sang pemuda tetap diam di sana
Air jatuh dengan sangat ganas
Bagai torpedo yang menemukan sasarannya

Sang pemuda hanya menutup mata
Kepalanya hanya menatap langit
Dia hanya mencoba jati dirinya
Mencoba mencari pendampingnya

Tak disangka air berhenti berjatuhan di kepalanya
Dia mencoba membuka mata perlahan
Tanpa disadari dia bertemu seorang perempuan
Yang membawakan dia sebuah pelindung

Dia berkata "Mengapa kau di sini? Aku mencarimu ke mana-mana. Aku khawatir kau pergi. Aku takut kau menghilang. Aku tak ingin kau sakit."
Sang pemuda hanya terdiam
Dia tak dapat mengatakan apapun
Tapi matanya tak bisa berbohong

Air pun tak terbendung keluar dari matanya
Dia tak mengerti apa yang harus dia buat
Dia hanya tahu akhirnya di menemukannya
Sebuah kasih sayang yang dia cari selama ini

Sang perempuan memeluk sang pemuda dan berkata
"Jangan pergi lagi. Jangan kau tinggalkan aku sendiri. Aku tak ingin kau pergi."
Sang pemuda mencoba menatap wajah perempuan itu
Dia memandang mata yang berkilauan tersebut

"Aku tak 'kan pergi lagi. Aku sudah menemukan apa yang aku cari. Aku akan ada di sampingmu."
Kedua insan itu akhirnya pulang
Mereka menemukan apa yang mereka cari
Kebahagian yang terpancar dari senyum mereka
Yang 'kan tetap terjaga dengan cinta dan kasih sayang yang tulus

Senin, 16 Desember 2013

Sebuah Sajak dari Kalbu

Ketika kalbu mulai menemukan sebuah arti
Terasa berbeda saat ditafsirkan
Mungkin ini perasaan yang tersembunyi
Sebuah sajak yang 'kan dituliskan

Hari demi hari berganti
Sang mentari selalu menemani setiap langkah
Menuju sebuah arti tersmbunyi
Dari setiap kaki melangkah

Ku tahu ada rasa yang berbeda
Ku tahu ada kehangatan yang muncul
Hati mulai berkata kepada sang logika
Menjelasakan makna yang merangkul

Awan mulai memberi petunjuk
Angin mulai membisikan
Dialah yang kau cari
Dialah yang kan memberimu kehangatan

Akhirnya aku di ujung sebuah jalan
Akhirnya aku temui seorang perempuan
Yang akan menghiasi hari-hariku
Menemani melewati setapak demi setapak jalan yang kan ku tempuh

Jumat, 08 November 2013

Rasio Emas

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sudah lama nggak buka...
Pada kesempatan hari ini aku ingin berbagi ilmu, yaitu "Rasio Emas" (habis lihat anime Cooking Master Boy hehe...). Baiklah inilah artikelnya... selamat membaca... semoga bermanfaat....

Dalam matematika dan seni, dua nilai dianggap berada dalam hubungan rasio emas(j) jika rasio antara jumlah kedua nilai itu terhadap nilai yang besar sama dengan rasio antara nilai besar terhadap nilai kecil. Nilai yang lebih besar dilambangkan dengan huruf a, sedangkan nilai yang lebih kecil dilambangkan dengan huruf b. Gambar di sebelah kanan menggambarkan hubungan geometrik yang jika dirumuskan secara aljabar adalah sebagai berikut:
dimana huruf Yunani phi (j) mewakili rasio emas. Nilainya adalah:
Setidaknya sejak Abad Renaisans, banyak seniman dan arsitek telah membuat proporsi karya sesuai dengan rasio emas—terutama dalam bentuk persegi emas, yaitu perbandingan sisi panjang terhadap sisi pendek sesuai dengan nilai rasio emas—dipercaya proporsi ini secara estetika sangat ideal. Sebuah persegi panjang emas dapat dipotong menjadi persegi dan persegi panjang kecil dengan rasio aspek yang sama persis. Para ahli matematika sejak zaman Euclid telah mempelajari rasio emas karena sifatnya yang unik dan menarik. Rasio emas juga digunakan dalam analisis pasar keuangan, serta strategi seperti retraksi Fibonacci.
Rasio emas sering kali disebut bagian emas (Latin: sectio aurea) atau rata-rata emas. Nama lainnya antara lain rasio ekstrem dan rata-ratabagian tengah, proporsi ilahiah, bagian ilahiah (Latin: sectio divina), proporsi emas, potongan emasangka emas, dan rata-rata Phidias.

Sejarah

Rasio emas telah memikat kaum intelektual barat dari berbagai latar belakang disiplin ilmu selama sekurangnya 2.400 tahun. Menurut Mario Livio:
Sekian banyak cendekiawan matematika dari berbagai era, seperti Pythagoras dan Euclid dari Yunani kuno, sampai ahli matematika Italia abad pertengahan Leonardo da Pisa dan ahli astronomi Renaissance Johannes Kepler, hingga tokoh-tokoh ilmuwan seperti pakar fisika dari Oxford Roger Penrose, telah menghabiskan banyak waktu untuk memahami rasio sederhana ini dengan sifat-sifatnya. Akan tetapi ketakjuban akan rasio emas ini tidak hanya terbatas di kalangan ahli matematika saja. Ahli biologi, seniman, musisi, sejarawan, arsitek, psikolog, dan bahkan ahli mistik telah berdebat mengenai hakikat keserbaadaannya dan daya tariknya. Bahkan, mungkin patut dikatakan bahwa rasio emas telah mengilhami begitu banyak pemikir dari berbagai disiplin ilmu dibandingkan angka apapun dalam sejarah matematika.
Ahli matematika Yunani kuno pertama kali mempelajari hal yang kini dikenal sebagai rasio emas karena kerap muncul dalam geometri. Pembagian garis menjadi "rasio ekstrem dan rata-rata" (bagian emas) sangat penting dalam geometri pentagram dan pentagon. Bangsa Yunani biasanya mengaitkan penemuan konsep ini dengan Pythagoras atau pengikutnya. Pentragram yang dibubuhi pentagon menjadi lambang kaum pendukung paham Pythagoras.
Elemen Euclid (Yunani: Στοιχεῖα) memberikan definisi tertulis pertama mengenai apa yang disebut sebagai rasio emas: "Sebuah garis dikatakan telah dipotong dalam rasio ekstrem dan rata-rata ketika panjang seluruh garis berbanding ruas panjang adalah sama dengan ruas panjang berbanding ruas pendek." Euclid menjelaskan cara memotong sebuah garis dalam "rasio ekstrem dan rata-rata", yaitu rasio emas. Di seluruh Element, beberapa pengajuan gagasan (teorema dalam istilah modern) serta pembuktiannya menggunakan rasio emas. Beberapa dari gagasan yang diajukan ini menunjukkan bahwa rasio emas adalah bilangan irasional.
Nama "rasio ekstrem dan rata-rata" adalah istilah utama yang digunakan pada abad ke-3 SM hingga sekitar abad ke-18 M.
Sejarah modern rasio emas dimulai dengan karya Luca Pacioli De divina proportione pada tahun 1509, yang memukau para seniman, arsitek, ilmuwan, dan mistik dengan rumusan matematika dan sifat-sifat istimewa rasio emas.

Penerapan dan pengamatan

Estetika

De Divina Proportione, sebuah buku tiga volume karya Luca Pacioli, diterbitkan pada 1509. Pacioli, seorang pendeta Fransiskan, dikenal sebagai ahli matematika, tetapi ia diketahui tertarik dan terlatih dalam bidang seni. De Divina Proportione mengeksplorasi matematika dari rasio emas. Sering disebutkan bahwa Pacioli adalah penganjur penerapan rasio emas untuk menghasilkan proporsi yang harmonis, indah, dan menyenangkan. Livio menunjukkan bahwa penafsiran ini salah akibat salah penerjemahan yang dirunut terjadi pada 1799, bahwa Pacioli sesungguhnya menganjurkan sistem Vitruvius untuk proporsi rasional. Pacioli juga melihat signifikansi iman Katolik dalam rasio ini, hal inilah yang mendorongnya memberi judul karyanya seperti demikian. Terdapat ilustrasi bangun karya Leonardo da Vinci, sahabat dan kolega Pacioli, De Divina Proportione menjadi pengaruh utama bagi seniman dan arsitek.

Arsitektur

Fasad dan elemen Parthenon serta bagian lainnya disebut-sebut dipengaruhi persegi panjang emas. Sementara para ilmuwan lainnya menolak anggapan bahwa Yunani menghubungkan keindahan dengan rasio emas.