Rabu, 19 Februari 2014

Number One for Me


I
I was a foolish little child
Waktu masih kecil aku seenaknya
Crazy things I used to do
Banyak hal gila yang kulakukan
And all the pain I put you through
Dan banyak kubuat kau sakit hati
Mama now I’m here for you
Mama kini aku di sini untukmu

II
For all the times I made you cry
Untuk saat-saat kubuat kau menangis
The days I told you lies
Hari-hari kubohongi dirimu
Now it’s time for you to rise
Kini saatnya bagimu tuk bangkit
For all the things you sacrificed
Untuk semua yang tlah kau korbankan

III
(2x)
Oooh
If I could turn back time rewind
Andai bisa kuputar waktu
If I could make it undone I swear that I would
Andai bisa kuhapus semuanya, pasti kan kulakukan
I would make it up to you
Kan kuperbaiki semua kesalahaku padamu

IV
Mom I’m all grown up now
Mama, kini aku tlah dewasa
It's a brand new day
Ini adalah hari yang baru
I’d like to put a smile on your face everyday
Ingin kubuat kau tersenyum setiap hari

V
Mom I’m all grown up now
Mama, kini aku tlah dewasa
And it’s not too late
Dan belumlah terlambat
I’d like to put a smile on your face everyday
Ingin kubuat kau tersenyum setiap hari

VI
You know you are the number one for me (3x)
Kau tahu bagiku kau yang paling hebat
Oh oh
Number one for me
Bagiku kau yang paling hebat

VII
Now I finally understand
Kini akhirnya aku mengerti
Your famous line
Kata-kata bijakmu
About the day I’d face in time
Tentang masa yang akan kuhadapi
Coz now I have a child of mine
Karena kini aku sudah punya anak

VIII
Even though I was so bad
Meskipun dulu aku sangat nakal
I’ve learnt so much from you
Aku tlah banyak belajar darimu
Now I’m trying to do it too
Kini kan kucoba menirunya
Love my kids the way you do
Cintai anak-anakku seperti yang kaulakukan padaku

Back to III, IV, V, Vi

There is no one in this world
Tak ada seorang pun di dunia ini
That can take your place
Yang bisa gantikanmu
Oooh I’m sorry for ever taken you for granted
Oooh maafkan aku dulu tak begitu menganggapmu

I will use every chance I get
Kan kugunakan setiap kesempatan yang kupunya
To make you smile
Tuk membuatmu tersenyum
Whenever I’m around you
Kapanpun aku di dekatmu

Now I will to try to love you
Kini kan kucoba tuk mencintaimu
Like you love me
Seperti kau mencintaiku
Only God knows how much you mean to me
Hanya Tuhan yang tahu betapa berartinya dirimu bagiku

Back to III, IV, V, VI

Selasa, 18 Februari 2014

Fisika Part 2 (Atmosfer)

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Saya hari ini akan berbagi ilmu lagi hehehe... ^_^

Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di Bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.
Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari Matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.
Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar.


Troposfer

Lapisan ini berada pada level yang terendah, campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Dibandingkan dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin, tekanan dan kelembaban yang kita rasakan sehari-hari berlangsung. Suhu udara pada permukaan air laut sekitar 30 derajat Celsius, dan semakin naik ke atas, suhu semakin turun. Setiap kenaikan 100m suhu berkurang 0,61 derajat Celsius (sesuai dengan Teori Braak). Pada lapisan ini terjadi peristiwa cuaca seperti hujan, angin, musim salju, kemarau, dan sebagainya.

Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17 sampai -52. Pada permukaan bumi yang tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut.
Di antara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan Tropopause, yang membatasi lapisan troposfer dengan stratosfer.

Sekian dulu dari saya, semoga bermanfaat ^^

Wassalamu'alaikum Wr. Wb


Amalan Harian Pelajar

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hari ini saya akan memposting mengenai Amalan Harian Pelajar ^_^

Amalan harian pelajar .
Seorang pelajar muslim itu hatinya hendaklah sentiasa bergantung kepada ALLAH S.W.T kerana sebagai insan yang lemah kita bergantung sepenuhnya kepada Qadha' dan qadar yang ALLAH S.W.T tentukan .

Memperbetulkan niat .
*Niat belajar kerana Allah S.W.T semata-mata dan bukan kerana lain .
*Menuntut ilmu sebagai pengabadian diri kepada ALLAH S.W.T dan mengeluarkan diri daripada belenggu kejahilan dan taqlid .
*Menuntut ilmu bagi mencari kebenaran hakiki .
*Menuntut ilmu dengan niat berbakti pada umat Islam dan tidak dipengaruhi oleh rasa perkaumam yang sempit.
*Menuntut ilmu bagi mengangkat martabat Islam . Umat Islam hendaklah kembali menjadi peneraju ilmu pengetahuan .
*Membahagiakan ibubapa yang banyak berkorban dan berjasa pada kita. Kejayaan seorang anak merupakan hadiah paling berharga pada mereka .

Tinggalkan maksiat.
Ilmu merupakan cahaya yang menjadi petunjuk serta membezakan antara hak dan batil.Maksiat pula adalah kekotoran . Oleh itu , ilmu tak boleh dicampur dengan maksiat .
Suatu ketika , Imam al-Syafie mengadu kepada gurunya Waqi' kerana beliau menhadapi masalah belajar dan menghafal . Maka gurunya berpesan ,

"Sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya . Cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang melakukan maksiat"

Baca AL-QURAN .
Seorang penuntut ilmu perlu ada jiwa yang tenang bagi memudahkannya menuntut ilmu.

Memperbanyakkan selawat.
Seorang pelajar hendaklah menjadikan selawat itu sebagai amalan rutin hariannya. Sedangkan Allah SWT berselawat ke atas nabi-Nya apatah lagi kita umat Nabi SAW yang mengharapkan syafaat baginda.

Baca Doa sebelum dan selepas belajar.
Kelebihan pelajar Muslim berbanding pelajar bukan Muslim adalah doa .

#Belajar dengan teknik yang betul , jadual waktu ynag sistematik , formula yang sistematik , kalendar peperiksaan , menjaga pemakanan dan jaga pergaulan serta percakapan ,

Amalan mingguan Pelajar .
Amalan membaca yassin.
Membaca yassin pada malam jumaat .

Mendirikan solat hajat.
Masa yang paling mudah dan selesa mendirikan solat hajat adalah selepas solat Maghrib . Namun waktu yang paling afdal adalah pada waktu tengah malam atau semasa bangun qiamulail .

Ketika hampir peperiksaan .
Mohon ketenangan , memperbanyakkan selawat dan membaca yassin , lakukan solat taubat dan solat hajat , jaga kesihatan , Mohon doa ayah dan ibu serta restu guru .
Ke Dewan Peperiksaan .
Bersiap lebih awal , mengambil sarapan secara sederhana , baca yassin sebelum ke dewan .( apabila sampai pada ayat "Mubin" berhenti sekejap dan berdoa pada Allah . Ayat 12,17,24,,47,60,69,77.)
Mohonlah hajat yang sesuai dengan peperiksaan sebentar lagi ,
*mohon pertolongan & bantuan Allah S.W,T dlm menjawab soalan .
Semasa peperiksaan.
*Masuk awal ke dewan
*Baca doa sebelum menjawab
*Berikan tumpuan dan jangan lemah semangat
*Pasrah
Selepas peperiksaan.
Terimalah apa saja ketentuan takdir daripada ALLAH SWT dan yakinlah semua takdir ALLAH SWT ada hikmah yang tersembunyi .

"........dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu , dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu ; dan ingatlah Allah mengetahui , sedang kamu tidak mengetahuinya .
                                                                                                            (Surah al-Baqarah ayat 216)
Atyn nak ucapakan semoga berjaya pada rakan-rakan seperjuangan , yang bakal menduduki peperiksaan . Wish you GOOD LUCK and all the best :)

Kita renungkan kembali beberapa petua atau tips kejayaan yang telah Allah SWT titipkan di permulaan surah Al-Mu’minun, surah yang ke-23 di dalam lembaran Al-Quran.
Keyakinan, kepercayaan and keimanan kepada Allah SWT
“Sesungguhnya berjayalah orang-orang yang beriman.” [23:1]
Iman dan kejayaan disebut oleh Allah SWT dalam ayat yang sama. Maka imanlah faktor utama kejayaan. Dan keyakinan yang tinggi inilah yang akan melahirkan sikap positif yang bakal disebutkan dibawah.
Fokus, bersungguh-sungguh, sepenuh hati
“iaitu orang-orang yang khusyuk dalam solatnya.” [23:2]
Lakukan satu-satu perkara dalam satu-satu masa. Jangan mencapah dan melayang fikiran ke sana ke mari. Lakukan dengan sepenuh hati, bukan sambil lewa.
Prioriti. Mengutamakan apa yang utama.
“dan orang-orang yang menjauhkan diri dari lagha (perbuatan dan perkataan yang tidak berguna).” [23:3]
Kebiasaannya dalam menghadapi musim peperiksaan yang penuh tekanan, kita cenderung untuk berehat dan menenangkan minda dengan hiburan, menonton drama, bersembang di Facebook dan seumpanya sehinggakan selalu sahaja melebihi daripada masa rehat yang telah kita peruntukkan.
Sebaik-baiknya kita mengoptimumkan penggunaan masa untuk belajar, dan mengisi masa rehat kita dengan perkara-perkara yang berfaedah seperti membasuh, melipat atau menggosok baju, bersenam untuk melancarkan perjalanan darah di dalam badan dan bermacam-macam lagi yang anda sendiri lebih sedia maklum.
Namun, sebaik-baiknya kita gunakan masa rehat itu untuk mengambil wudu’, melakukan solat sunat dan membaca Al-Quran. InsyaAllah apabila kita lebih rapat dengan Allah SWT, jiwa kita akan lebih tenang dan ia akan banyak membantu dalam usaha kita mengulangkaji pelajaran.
Kita dikehendaki menghindarkan diri dari perbuatan mengumpat pensyarah/guru kerana perkara-perkara sebegini tidak mendatangkan faedah kepada masa depan anda, tidak menambahkan markah untuk kertas peperiksaan yang bakal/telah diduduki, malah boleh mendatangkan dosa dan kemurkaan Allah SWT.
Prihatin sesama kita
“dan orang-orang yang menunaikan zakat.” [23:4]
Walaupun sedang berada di saat-saat genting, janganlah kita bersikap terlalu mementingkan diri, dan mengabaikan kawan-kawan yang lebih susah di sekeliling kita. Kongsilah apa yang termampu, samada ilmu, kertas-kertas soalan tahun lepas dan lain-lain. Sharing is caring.
Jaga hubungan antara lelaki dan perempuan
“dan orang-orang yang menjaga kehormatannya. kecuali terhadap isteri-isteri mereka, atau hamba yang mereka miliki, maka mereka (isteri dan hamba) dalam hal ini tiada tercela. Sesiapa yang mencari dibalik itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [23:5,6,7]
Janganlah kita menggunakan alasan belajar untuk melanggari batas-batas pergaulan antara lelaki dan perempuan ajnabi, misalnya dengan studi berdua-duan, kemudian pulang ke rumah berpimpin tangan, atau asal tertekan je mesti nak bergayut atau berchatting dengan kawan lelaki/perempuan anda.
Padahal Allah SWT kan sentiasa ada, sentiasa melindungi dan sentiasa menolong jika kita mencari dan meminta pada-Nya.
Jujur, amanah
” dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya.”[23:8]
Bukankah kita telah berjanji dengan pihak penaja dan ibu bapa kita untuk belajar bersungguh-sungguh? Lebih penting lagi, bukankah kita telah berjanji dengan Allah SWT untuk memanfaatkan peluang kehidupan sebagai seorang pelajar yang telah dipinjamkan-Nya kepada kita sebagai medan untuk kita mengutip ilmu, pengalaman dan pahala buat bekalan di akhirat sana?
Elakkan menipu ketika peperiksaan. Andai penjaga peperiksaan meminta kita berhenti menulis kerana masa sudah tamat, jangan pula kita terus menulis. Sebaliknya sebutlah “Bismillahi tawakkaltu ‘ala Allahi wala haula wala quwwata illa billahil ‘azim.”
Tepati waktu
“dan orang-orang yang memelihara solatnya.” [23:9]
Konsep yang boleh diambil dalam konteks kehidupan seorang pelajar Muslim ialah supaya sentiasa belajar dengan berdisiplin, menepati masa, tidak berlengah-lengah, menjaga kualiti dan produktiviti harian kita. Jika sebelum ini kita diingatkan supaya berhenti menulis apabila tamat masa peperiksaan, kita juga perlu memulakan perjuanganan kita dalam pelajaran dan peperiksaan seawal yang mungkin. Memelihara solat lima kali sehari setiap hari juga mengajar kita untuk tidak berputus asa atau berpatang arang di pertengahan jalan.
Namun janganlah kita hanya mengaplikasikan konsep-konsep ini untuk akademik semata-mata. Penekanan utama dalam ayat tersebut supaya kita menjaga hubungan kita dengan Allah SWT kerana kita akan kembali mengadap-Nya dengan amal-amal kita, bukan dengan berapa gulung ijazah yang berjaya kita perolehi. Belajar dan ijazah hanyalah alat untuk kita mencapai keredhaan Allah SWT dan merebut peluang mewarisi syurga-Nya.
  ” Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. Iaitu yang akan mewarisi Syurga Firdaus. Mereka kekal didalamnya.” [23:10,11]
” …
  .Maka di antara manusia ada yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia.’ Dan tiadalah baginya bahagian di akhirat.”[2:200]
  “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari seksa neraka.” [2:201]
  “Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan dan Allah sangat cepat perhitungannya.” [2:202]
Semoga artikel ini berguna untuk anda , penulis doakan anda berjaya mendapatkan keputusan yang cemerlang dalam peperiksaan..

BELAJAR MENURUT RASULULLAH SAW
Bagi peserta didik, belajar mencari ilmu bukan hanya kebutuhan tetapi kewajiban. Rasul dalam satu riwayat secara eksplisit menyatakan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi semua muslim. 1) Pendidikan bukan untuk mendapatkan gelar, tetapi untuk mendapatkan pengetahuan, gelar akan melekat baginya.

Dalam menuntut ilmu/belajar, ada beberapa tips yang diberikan oleh Rasulullah agar peserta didik mendapatkan ilmu dan berhasil dalam pendidikannya.

a.Belajar agar berilmu

Dalam pembelajaran, peserta didik diberikan pemahaman dan ditumbuhkan kesadaran bahwa belajar merupakan sarana untuk memperoleh ilmu, dengan ungkapan Rasul: ilmu itu hanya didapati dengan cara belajar.2) Oleh sebab itu, dalam beberapa kesempatan, dan dengan berbagai cara Rasul Saw. memberikan motivasi kepada orang yang belajar agar punya indeks kinerja yang tinggi.
Allah menjanjikan untuk meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu (Q.S.al- Mujadilah/ 58: 11) Allah menegaskan bahwa orang yang berilmu mempunyai tingkat ketaqwaan yang lebih tinggi (Q.S.Fathir/ 35:28). Rasulullah pun dalam beberapa hadisnya memberikan motivasi kepada peserta didik agar memiliki ilmu yang bermanfaat

1)Menuntut ilmu untuk kepentingan pengembangan Ajaran Islam

Ada beberapa cara yang digunakan Rasul dalam menumbuhkan semangat menuntut ilmu dengan motivasi. Ada dua metode yang dipakai Rasul untuk ini, pertama dengan metode targhib (hadiah dari Allah), kedua, dengan metode tarhib (ancaman)
a.Rasul memberikan jaminan berdekatan dengannya di surga
عَنِ الْحَسَنِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ جَاءَهُ الْمَوْتُ وَهُوَ يَطْلُبُ الْعِلْمَ لِيُحْيِيَ بِهِ الْإِسْلَامَ فَبَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّبِيِّينَ دَرَجَةٌ وَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ

Diterima dari Hasan, Rasulullah bersabda: Siapa yang meninggal dan ia sedang mencari ilmu untuk mengembangkan ajaran Islam, maka antara dia dan Rasulullah satu tingkatan saja di surga.

Dari hadis di atas, terlihat bahwa jaminan yang diberikan Rasul telah mendorong para sahabat dalam proses pembelajaran dengan menggunakan semua potensi yang dimilikinya secara sungguh-sungguh untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat untuk pengembangan Islam. Ada 2 aspek yang menjadi stressing dalam sabda Rasul di atas; pertama: belajar untuk mendapatkan ilmu, bukan untuk mencari nilai/IP tinggi atau gelar dan prestise. Tidak salah jika seseorang menginginkan IP/nilai tinggi, dan mendapatkan gelar, jika bukan diposisikan sebagai tujuan. Kedua: ilmu yang diperoleh diaplikasikan untuk hal yang bermanfaat, bukan mencari ilmu yang kemudian digunakan untuk merusak.

b.Rasul memberikan ancaman kepada orang yang salah motivasi atau salah tujuan dalam mencari ilmu, tidak akan mencium bau surga. Dalam hadis berikut Rasul menjelaskan:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ سُرَيْجٌ فِي حَدِيثِهِ يَعْنِي رِيحَهَا

Abu Hurairah menyatakan, Rasul telah bersabda: Siapa saja yang menuntut ilmu bukan karena Allah akan tetapi untuk mendapatkan keuntungan dunia (gelar, prestise, pen), maka nanti ia tidak akan mendapatkan bau surga.
Bahkan dalam riwayat lain secara tegas dinyatakan bahwa yang menuntut ilmu bukan karena Allah atau bermaksud untuk selain Allah, ia akan masuk neraka.

Tujuan Mencari ilmu yang dilarang Rasul

Dalam kedua hadis di atas, tidak jelas indikasi mencari ilmu bukan karena atau untuk Allah, namun dijelaskan Rasul dalam hadis berikut:
عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ

Alasan dan tujuan menuntut ilmu yang keliru yang diancam dengan neraka, dan harus dijauhi adalah:

1.Belajar dengan tujuan dapat mendebat/menjatuhkan ulama.
2.Belajar dengan tujuan agar dapat mengakali orang bodoh
3.Belajar dengan tujuan agar menjadi pusat perhatian orang/mengharapkan pujian atau sanjungan atau prestise.

Sangat tegas ancaman yang diberikan Rasulullah yaitu masuk neraka. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga bentuk di atas bukannya memberikan manfaat bagi orang lain, atau pengembangan Islam, malah akan menimbulkan kerusakan dimana-mana. Dengan ilmunya ia akan menimbulkan keresahan di masyarakat.

2)Belajar sungguh-sungguh

Banyak sekali hadis Rasul yang memberikan semangat agar peserta didik sungguh-sungguh dalam belajar, dan menggunakan segala potensi yang dimilikinya untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Rasulullah Saw. Dalam beberapa hadisnya menjelaskan:

a.Pendidik dan Peserta didik Disamakan dengan Mujahid di jalan Allah

Allah dan Rasul-Nya menempatkan pendidikan pada posisi jihad “perang”. (Q.S. al-Taubat/9: 122) Dalam ayat ini, Allah telah memperingatkan umat Islam agar tidak semua orang mengikuti perang ke medan juang, tetapi harus ada sebagian orang yang mendalami ilmu, sehingga nanti dapat diajarkan kepada mereka yang ikut perang setelah mereka kembali.
Padahal jika dilihat realitas pada saat itu, Rasul Saw. sangat membutuhkan tenaga untuk dapat membantu perjuangan umat Islam. Menurut al-Razi (w. 604 H.) , kemungkinan tentang ayat ini berdasarkan riwayat dari Ibn ‘Abbas, bahwa kewajiban tinggalnya sebagian umat Islam untuk mendalami ilmu, karena mungkin saja pada waktu Rasul Saw. menerima wahyu dan menyampaikannya kepada sahabat. Untuk itu, harus ada sahabat yang dapat menerima dari Rasul Saw. dan kemudian menyampaikannya kepada orang yang berangkat jihad.

Ungkapan eksplisit dari Rasulullah Saw.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ جَاءَ مَسْجِدِي هَذَا لَمْ يَأْتِهِ إِلا لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ

Artinya: Abu Hurairah berkata: “Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda: ‘orang yang datang ke mesjidku ini tidak lain kecuali karena kebaikan yang dipelajarinya atau diajarkannya, maka ia sama dengan orang yang berjihad di jalan Allah. Siapa yang datang bukan karena itu, maka sama dengan orang yang sedang wisata melihat kesenangan lainnya.”

Dalam riwayat di atas, Rasul Saw. mengemukakan bahwa orang yang datang ke mesjid Nabi Saw. untuk mempelajari atau menuntut ilmu diposisikan pada posisi orang yang berjihad di jalan Allah. Ada sebuah riwayat lain yang menyatakan bahwa orang yang menuntut ilmu berada di jalan Allah hingga ia kembali. Dapat dikatakan bahwa Rasul Saw. memberikan motivasi kepada setiap muslim untuk selalu mencari ilmu dengan berbagai cara.

Penyamaan antara belajar dan mengajar dengan jihad agaknya dilihat dari 3 aspek: pertama cara, kedua, tujuan keduanya, dan ketiga: dampak yang ditimbulkan, Apabila jihad ‘perang’ dilakukan dengan menggunakan kekuatan tenaga, berkorban harta dan mungkin juga siap untuk kehilangan nyawa, sebagai wujud dari kesungguhan, maka dalam pembelajaran pun diperlukan kesungguhan yang sama. Apalagi jika diperhatikan dalam hadis tersebut kata yang digunakan untuk belajar kata thalab (mencari) dan ibtigha’(mencari) yang menunjukkan keaktifan, dengan tenaga dan mungkin dana dan ketekunan. Apabila main-main, seadanya dan pasif, hanya melewati hari-hari di sekolah/kampus atau di rumah formalitas saja, tentu apa ilmu yang diharapkan tidak akan di dapat.

Dari aspek tujuan, jika jihad perang untuk membalas perlakuan non-muslim yang berupaya menghalangi umat Islam melaksanakan ajaran Islam dengan leluasa tanpa tekanan; dan ancaman fisik, maka menuntut ilmu bertujuan untuk mengupayakan agar muslim dapat menjalankan ajaran Islam sesuai dengan aturan dan tuntunan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Keduanya sama-sama mempunyai tujuan agar ajaran Islam dapat dilaksanakan oleh setiap muslim sesuai aturan.

Dilihat dari dampak yang ditimbulkan, apabila tidak melakukan jihad perang maka musuh Islam akan leluasa mengganggu, menteror dan menyakiti umat Islam Sedangkan tanpa ilmu, manusia tidak dapat hidup dengan benar, bahkan dapat sesat dan mungkin akan menyesatkan orang lain.

Dari Hadis yang ditelusuri ditemukan bahwa Rasul Saw. sangat menekankan agar selalu ada orang berilmu agar terhindar dari kesengsaraan di dunia dan akhirat . Di anataranya dalam sabda berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ لا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ النَّاسِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْم بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ فَإِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Artinya: Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash ،, Rasulullah Saw. bersabda: Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya dari manusia, tetapi Ia mengambil ilmu dengan cara mengambil ulama. Jika orang berilmu tidak satu pun yang tinggal, orang-orang akan mengangkat orang yang tidak berilmu sebagai pemimpin. Maka jika ia ditanya, ia akan berfatwa tanpa didasari oleh ilmu. Akibatnya mereka akan sesat dan menyesatkan orang lain dengan fatwanya itu.

Riwayat di atas secara tegas menjelaskan bahwa tanpa ilmu manusia akan keluar dari koridor yang sudah ditentukan. Bahkan jika orang yang tidak berilmu itu dijadikan sebagai nara sumber dalam permasalahan yang dihadapi oleh umat, maka ia akan memberikan penjelasan dan atau jawaban atau solusi dari permasalahan yang ada sesuai dengan ketidak-mengertiannya. Ia akan sesat dan menyesatkan orang lain. Kalau ia seorang hakim maka ia akan memutuskan perkara yang dihadapkan kepadanya dengan dasar ketidak-mengertiannya, yang diancam oleh Rasul Saw. dengan ancaman neraka.

Begitu juga dengan seorang yang mempunyai posisi pengambil kebijakan, tanpa dasar pengetahuan yang dimilikinya, maka Rasul Saw. menegaskan bahwa menyerahkan sesuatu kepada orang yang tidak memiliki kemampuan untuk itu maka kehancuranlah yang akan diterima. Dengan demikian, ilmu merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku dirinya muslim.

Dari riwayat di atas pun diketahui bahwa kebodohan merupakan sumber bencana untuk diri yang bersangkutan dan atau untuk orang lain, bahkan bencana bagi kemurnian ajaran Islam. Tanpa pengetahuan, orang akan dengan mudah melakukan sesuatu yang dianggapnya benar, atau yang dikatakan orang lain benar, meskipun kenyataannya tidak benar atau tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

Dari berbagai metode yang digunakan oleh Rasulullah Saw. sepertinya beliau menginginkan umat Islam beramal dan berkarya berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya. Agaknya, inilah yang menyebabkan penyamaan kegiatan belajar mengajar dengan jihad. Karena dampak yang ditimbulkan oleh kebodohan dan ketidaktahuan terutama masalah agama tidak kurang dari kegiatan musuh Islam yang berupaya menghancurkan Islam.

Bukan hanya menyamakan, ketika harus memilih antara jihad perang dengan menuntut ilmu, dari hadis-hadis Rasul yang ada, al-Nawawi menyatakan bahwa kegiatan menyebarkan ilmu diutamakan dari pada jihad (perang), apabila jihad (perang) tersebut masih dalam taraf fardhu kifayah. Sangat luar biasa, terutama bagi bangsa Indonesia yang menurut penilian para pakar bahwa pendidikannya kurang berkualitas, maka jihad kita adalah dengan cara pelaksanaan pendidikan bermutu.

b.Tidak terpengaruh dengan rintangan, gangguan, baik pisik, psikis atau pun financial.

Sama dengan jihad perang, agar muslim tetap punya semangat dan tidak merasa khawatir dengan konsekwensi yang mungkin muncul ketika mencari ilmu, misalnya merasa sulit, merasa berat costnya, atau merasa banyak kendalanya dan tantangannya, Rasulpun memberikan motivasi dengan jaminan yang akan diberikan Allah kepadanya.
Rasulullah selalu menumbuhkan keyakinan bahwa Allah akan memberikan pertolongan, karena dalam sebuah hadis Rasul menyatakan bahwa orang yang menuntut ilmu akan dimudahkan jalannya ke surga, dalam hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Dalam riwayat lain, Rasul Saw. menjelaskan bahwa orang yang menuntut ilmu, Allah akan memberikan salah satu jalan untuknya dari beberapa jalan ke surga. Pada hadis lain, Rasul menambahkan bagi penuntut ilmu akan mendapatkan bantuan dari Malaikat

Bahkan Rasul memberikan apresiaisi yang luar biasa bagi orang yang mau menuntut ilmu, walaupun setelah berusaha ia tidak mendapatkan ilmu, yaitu berupa balasan dari Allah dalam hadis berikut:

سَمِعْتُ وَاثِلَةَ بْنَ الْأَسْقَعِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ فَأَدْرَكَهُ كَانَ لَهُ كِفْلَانِ مِنَ الْأَجْرِ فَإِنْ لَمْ يُدْرِكْهُ كَانَ لَهُ كِفْلٌ مِنَ الْأَجْرِ

Dalam hadis di atas, Rasul memberikan penghargaan ketika proses, bukan saja pada hasil. Agaknya, jaminan yang diberikan Allah dan Rasul itulah yang telah memberikan semangat yang luar biasa kepada para sahabat di zaman Rasul, sehingga dapat merubah karakter jahiliyah menjadi Islami. Bagaimana mungkin dengan jaminan itu umat Islam khususnya menjadi malas, ogah-ogahan. Pada hari ini pun, jika dilandasi semangat yang luar biasa, ternyata Rasulullah terhadap pendidikan menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Semoga Bermanfaat ^^
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kimia Part 1

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hari ini saya akan melanjutkan berbagi ilmu. Ilmu yang akan saya bagi di sini adalah ilmu kimia mengenai Unsur, Senyawa dan Campuran.

Alam semesta terdiri dari materi dan energi. Materi merupakan bahan penyusun benda. Istilah benda, materi, dan zat boleh dikatakan serupa tapi tak sama. Ketiganya didefinisikan sebagai sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Istilah benda digunakan untuk menyatakan suatu objek fisik, misalnya rumah, mobil, tisu, dan secarik kertas. Setiap benda terdiri atas materi. Materi ada yang berupa zat tunggal, ada pula yang berupa campuran. Zat tunggal terdiri dari satu jenis zat, sedangkan campuran terdiri dari dua atau lebih jenis zat. Materi yang berupa zat tunggal disebut zat.

Materi dapat digolongkan ke dalam zat tunggal (zat murni) atau campuran. Materi yang terdiri dari satu jenis zat disebut zat tunggal, sedangkan materi yang terdiri dari dua jenis atau lebih zat disebut campuran. Zat tunggal dapat berupa unsur dan senyawa, sedangkan campuran ada yang bersifat homogen, ada pula yang heterogen.

Apa perbedaan antara unsur dengan senyawa?
Perbedaan antara unsur dan senyawa terletak dalam hal dapat-tidaknya zat itu diuraikan. Senyawa dapat diuraikan, sedangkan unsur tidak dapat diuraikan.
Senyawa adalah zat tunggal yang dapt diuraikan menjadi dua jenis atau lebih zat yang lebih sederhana. Peruraian senyawa dapat terjadi karena pemanasan atau aliran listrik. Bagian terkecil dari senyawa disebut molekul. Molekul senyawa terbentuk dari perikatan dua jenis atau lebih atom unsur.

Apa perbedaan Bercampur dengan Bersenyawa?
1. Percampuran tidak menghasilkan zat baru
2. sifat komponen dalam campuran tidak hilang.
3. Senyawa mempunyai komposisi tertentu.

Campuran dapat berupa larutan, koloid, dan suspensi. Larutan adalah campuran homogen. Suatu campuran dikatakan homogen jika anatarkomponen tidak terdapat bidang batas, sehingga tidak terbedakan lagi walaupun menggunakan mikroskop ultra. Suspensi adalah campuran kasar dan bersifat heterogen. Antarkomponennya masih terdapat bidang batas dan sering kali dapat dibedakan tanpa menggunakan mikroskop. Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi. Koloid dapat dibedakan dari larutan berdasarkan sifatnya terhadap cahaya. Larutan bersifat transparan, sehingga berkas cahaya yang melalui larutan tidak dapat diamati dari samping (dari arah yang tegak lurus dengan arah berkas cahaya). Sedangkan koloid menghamburkan cahaya, sehingga berkas cahaya yang melalui koloid dapat diamati dari samping. Penghamburan cahaya oleh campuran koloid disebut efek Tyndall.

Sekian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat^^

Fisika Part 1

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar kawan? Sudah lama saya tidak posting tentang pengetahuan (kebanyakan galau sih -_-). Baiklah saya di sini akan memposting tentang konsep fisika yang paling dasar, yaitu gerak. Pada dasarnya selama kita hidup pasti bergerak. Kita berjalan termasuk gerak. Apa definisi gerak itu? Secara sederhana bergerak itu dapat didefinisikan sebagai perpindahan suatu benda dari titik satu ke titik yang lain. Tetapi menurut fisika, sauatu benda dapat dikatakan bergerak terhadap benda lain jika kedudukan antara kedua benda itu berubah satu sama lain.

A. Kelajuan dan Kecepatan
Kelajuan suatu benda didefinisikan sebagai hasil bagi antara jarak yang ditempuh dengan selang waktu yang diperlukan benda untuk menempuh jarak tersebut. Jika kelajuan diberi lambang v, jarak diberi lambang s, dan selang waktu diberi lambang t, pernyataan di atas dapat dinyatakan oleh persamaan kelajuan :
keterangan :
v = kelajuan
s = jarak yang ditempuh
t = waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut

Untuk kecepatan, hanya ditambah arah saja.

Semoga apa yang dapat sampaikan di atas dapat bermanfaat ^^

Senin, 17 Februari 2014

Ini Rindu

Sebelum aku tahu akan artinya cinta
Terlena dibawanya ke sana
Setelah dia pergi baru aku mengerti
Ku telah jatuh cinta padanya

Aku rindu
Katakan padanya aku rindu
Burung nyanyikanlah
Katakan padanya aku rindu

Apabila cinta singgah di hati
Bola sesat ku tak memandang
Melihat api seperti air
Dan melihat air laksana api
Meskipun banyaknya nasehat asmara
Namun tiada ada satupun pengobat rindu
Telinga jadi tuli mata jadi buta
Begitupun panasnya demam asmara
Mulutpun bisu lidahpun keluh
Karena cinta

Biarlah cinta berjuta-berjuta menggoda jiwa
Biarlah hati berkeping-keping asal kau ada di sisiku

Minggu, 16 Februari 2014

Terima Kasih

Ketika ku tak lagi bisa berdiri dan aku tenggelam dalam kegelapan
Kau datang menghampiriku
Membawakan sebuah cahaya yang dapat menerangi
Hatiku yang telah dimakan oleh kegelapan masa lalu
Kau genggam tanganku dan kau bawa aku lari
Menuju cahaya di ujung jalan ini
Waktu terus berjalan dan berjalan
Kau selalu menemaniku dalam keadaan suka maupun duka
Kau selalu tersenyum ketika aku sedih
Kau hibur aku dengan canda tawamu
Kau selalu membuatku tersenyum
Kau peluk aku ketika aku merasa dingin dan sepi
Kau genggam tanganku ketika ku terjatuh dan tak berani bangkit
Aku merasakan hal yang baru dalam hidupku
Bukanlah diriku yang dulu selalu diliputi oleh rasa gelisah
Kau hancurkan rasa itu dalam kalbuku
Kau selalu mendorongku untuk selalu berjalan maju
Aku....
Mengucapkan terima kasih atas semua yang telah kau lakukan
Aku...
Selalu berharap kita dapat berjalan bersama ke masa depan
Aku...
Selalu berharap kita dapat bersama untuk melewati semua hari
Aku....
Senang dapat bertemu denganmu dan aku mensyukuri hal itu
Aku...
Merasakan hal yang berbeda ketika aku dekat denganmu
Aku...
Merasakan nyaman dan tentram dalam kalbu
Aku...
Merasakan kekhawatiran ketika kau kenapa kenapa
Karena kau sudah menjadi orang berarti dalam hidupku
Tetaplah di sini, di sampingku, dan temani aku
Jangan pergi meninggalkan aku
Seorang diri lagi
Menjadi sebuah daun yang terobang ambing di tengah lautan

Kamis, 13 Februari 2014

Gundah Gulana

Aku tak mengerti apa yang aku rasakan
Aku tak mengerti kenapa ini semua terjadi
Begitu cepat dan semua berantakan
Sungguh kacau hati ini

Ku hanya terdiam sejenak
Ku hanya menatap langit
Dengan tatapan kosong
Dengan tatapan hampa

Perasaan ini mencabik-cabikku
Tanpa belas kasihan
Membuatku terjatuh terjungkal
Membawaku ke lembah hitam

Ku ingin membunuh kalbu ini
Ku ingin menusuk dadaku ini
Dengan sebilah pisau di depanku
Dengan hujaman dahsyat menusuk

Ingin ku remukkan dadaku
Ingin ku hancukan jantungku
Terdiam tanpa rasa
Cahaya mulai meredup

Tapi aku tak bisa melakukan semua itu
Aku tak kuasa membunuh kalbuku
Aku tak mungkin membuang semua itu
Itu bukanlah diriku...

Aku sudah terselimuti tirai hitam
Tak membiarkan mataku menatap
Membuatku gundah gulana
Menghasutku dengan brutal

Aku tahu itu semua hanyalah sebuah hasutan
Aku mulai goyah
Aku terlalu memikirkan hal yang tak penting
Ini bukan diriku...

Aku tahu aku hanya merasa rindu
Aku tahu itu semua hanya aku merasa takut
Merasa khawatir...
Kehilangan....

Aku tak kuasa menahan perasaanku
Tetesan air mata kan memberi isyarat
Aku...
Sangat sayang...
Sungguh sayang...
Takut tuk kehilangan...

.....................................

Sabtu, 01 Februari 2014

Sebuah Komitmen

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ini adalah sebuah tulisanku yang pertama kali aku publikasikan menengenai hal yang cukup umum, tapi bukan menjadi bidangku secara khusus. Aku akan berbagi sebuah pengalamanku selama 15 tahun mengenai sebuah memegang sebuah komitmen. Mungkin, aku bukanlah seorang yang mudah untuk mengungkap sesuatu, khususnya hal yang bernama “Cinta”. Cinta bukan hanya identik dengan namanya pacar atau kekasih. Cinta bisa kita utarakan ke siapapun, kecuali kepada setan ya J. Tapi, aku akan mengutarakan pengalamanku tentang cinta untuk sebuah hubungan antara sepasang insan.
Selama 15 tahun aku baru sadar bahwa rasa cinta itu sangat berarti dalam hidup ini ketika aku mulai belajar untuk mengenal seorang wanita. Ketika itu aku masih berumur 10 thn. Sungguh, umur yang sangat muda untuk melakukan hal ini. Tapi, aku memulai sebuah hubungan pada usia 12 thn. Ketika itu, aku mulai merasakan hal yang berbrda ketika aku mengenal seorang wanita. Akhirnya, aku jalani hubungan itu. Awalnya, berjalan lancar. Tapi, setelah beberapa bulan mulai muncul masalah. Dan masalah itu sulit untuk aku selesaikan. Ya, masalah itu adalah jarak. Masalah yang sulit untuk mencari jalan keluarnya ketika kita masih berusia 13 tahun. Akhirnya, hubungan itupun kandas.
Aku terus mencari apa yang salah dengan hubunganku dulu. Ketika aku melihat sekelilingku, aku mulai sadar bahwa banyak orang di luar sana yang menjalani hubungan, tapi akhirnya kandas dengan tragis. Terus apa yang menyebabkannya? Akupun terus mencari jawabannya. Pada usia 14 tahun, akhirnya aku menemukan titik cerah tentang pertanyaanku yang sungguh konyol itu. Aku mulai belajar dari hubungan kakakku. Kakakku mungkin sudah lebih berpengalaman daripada aku. Aku pernah dia tidak bisa melupakan sang mantan selama hamper 3 tahun. Itu terjadi ketika dia duduk di bangku SMA. Walaupun dia pernah menjalin hubungan semasa SMA, tapi dia tak bisa melupakan sang mantan di SMP, karena sang mantan adalah cinta pertamanya.
Di masa kuliahnya, dia bertekad untuk melupakan sang mantan. Akhirnya, dia menemukan hal yang dia butuhkan. Dia menjalin hubungan dengan teman sejurusan. Aku pernah berpikir, hubungan itu tak kan berjalan lama. Tapi, dugaanku salah. Mereka masih langgeng menjalin hubungan itu. Terus apa yang menyebabkannya? Aku masih bingung memikirkan hal itu.
Suatu hari, ayah dan ibuku pernah bertengkar. Ayahku hanya diam ketika ibuku mulai ngambek ke ayahku. Apa mereka saling membenci? Jawabannya adalah tidak. Mereka tetap saling menyayangi dan mencintai. Mereka saling diam adalah untuk merenungkan hal yang menyebabkan masalah tersebut dan mencoba menyelesaikannya dengan kepala dingin. Mereka tidak menghendaki sebuah perpisahan. Mereka saling menerima kekurangan satu sama lain. Mereka mencoba untuk menutupi kekurangan satu sama lain.
Akhirnya, aku menyimpulkan bahwa ketika kita menjalani sebuah hubungan, kita harus terlebih dahulu belajar untuk menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Kita belajar untuk menutupi kekurangan satu sama lain. Mengapa hal itu harus kita lakukan? Karena kita sudah membuat sebuah komitmen. Kita harus tahu bahwa sebuah masalah yang menimpa kita, kita harus mengingat sebuah komitmen yang kita buat itu. Kita mengambil sebuah keputusan pasti ada resikonya. Ketika kita tidak dapat memegang komitmen tersebut, pasti hubungan akan berakhir dengan hal yang tidak kita kehendaki. Tapi, jika kita terus memegangi komitmen tersebut, hubungan akan terus lanjut sampai kita tutup usia. Apa komitmen tersebut? Komitmen tersebut adalah “Aku cinta kamu, Aku sayang kamu, Aku tak mau kita berpisah, perpisahan bukanlah jalan keluar terbaik, Aku akan menerimamu apa adanya karena aku sayang dan cinta kepadamu”. Itulah komitmen yang mungkin ada dalam pikiranku.
Aku akan menjalani hubungan baruku ini dengan sebuah komitmen “Aku akan menerima kelebihan dan kekuranganmu. Aku akan menjaga hubungan ini selama mungkin. Berubah bersama menjadi lebih baik. Aku tak ingin kita berpisah karena aku cinta dan sayang kamu”. Itulah yang sebuah komitmen yang coba aku pegang untuk menjalani hubungan ini.
Sebenarnya, komitmen itu tergantung kepada orang yang membuatnya. Jadi, jika ada perbedaan itu adalah yang wajar. Karena setiap orang memiliki pendapatnya sendiri-sendiri. Dan aku hanya ingin hubunganku ini adalah hubunganku yang akan berjalan sampai akhir hayatku.
Maaf jika ada kata yang kurang berkenan dari cerita di atas. Aku hanyalah seorang manusia yang tak luput dari kesalahan.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.